Senin, 09 November 2015

Masa Terbahagia



Ketika sebuah pertanyaan muncul, kapankah kamu merasa bahagia? Mungkin sebagian besar hati kita akan menjawab, ketika aku sedang merasa jatuh cinta, karena semua terasa menyenangkan. Bahkan hal yang tidak biasanya aku lakukan pun, pada akhirnya menjadi kebiasaan. Itulah jatuh cinta yang pada umumnya dirasa oleh setiap insan.

Tapi,,pernahkah kita berusaha menyadari bahwa sebagian kecil hati kita menjawab. Saat paling membahagiakan adalah saat aku masih kecil dan saat aku hanya menghabiskan waktu untuk bermain. Ya, itulah masa terbahagia yang sebenarnya. Karena di masa itu, kita tidak akan tahu apa artinya sakit hati. Kita tidak tahu apa artinya penghianatan. Apa artinya perjuangan. Yang kita tahu hanyalah, bohong itu dosa. Dan sakit itu menangis.

Di masa itu, orang yang paling kita sayang adalah ibu, dan orang yang menjadi pelarian adalah ayah. Merekalah orang yang membuat kita takut untuk ditinggalkan. Namun, semakin dewasa semua akan berubah. Kita mulai mengenal oran lain, orang asing yang dengan “lucunya” membuat kita takut kehinlangan dia. Padahal, berapa lama kita mengenal dia dibandingkan dengan kedua orang tua kita?

Ingat ketika masa bahagia itu, membuat kita ingin mengulang waktu itu kembali dan tidak ingin melewatkannya satu detik pun. Saat kita bermain bersama teman kita, kemudian kita terjatuh, yang sakit hanyalah fisik kita. kemudian kita pulang, disambut hangat oleh orang tua kita, terutama ibu, dan dia membelikan kita es krim yang besar agar kita berhenti menangis. Jika kita menyadarinya, betapa bahagianya kita saat itu. Saat dimana kita tidak punya masalah yang harus kita selesaikan sendiri. Tidak punya perasaan yang mungkin sering tersakiti.

Namun,,masa terbahagia itu kini  telah terlewati. Dan baru kita rindukan saat ini. Di saat kita semakin dewasa dan dihadapkan dengan berbagai masalah, bahkan walaupun teman kita, saudara kita, atau bahkan orang tua kita membelikan kita es krim sebesar apapun, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang mampu menyelesaikannya adalah diri kita sendiri. Kita yang bisa mengambil keputusan dan kita akan tahu konsekuensinya.


Sebesar apapun masalah yang ada dalam hidup kita saat ini, ingatlah bahwa kita pernah melewati masa terbahagia. Dan masa itu akan kembali terulang jika kita mampu menciptakannya. Janganlah selalu berpikr bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya tidak pernah ada. Sebenarnya kebahagiaan yang sesungguhnya sudah pernah ada, sudah pernah diberikan, hanya saja bagaimana kita bisa mengulanginya kembali dengan cara kita. Bukan cara orang lain maupun dengan menjadi orang lain. :)

Jumat, 06 November 2015

Hujan itu romantis



Karena hujan selalu dirindukan oleh mereka yang punya cerita. Karena hujan selalu menciptakan sebuah keakraban. Karena hujan mampu mendamaikan suasana hati dan pikiran.
Hujan yang baru saja pergi selalu meninggalkan bau khas tanah basah. Dengan semilir angin yang menjadi penyampai pesan alam maka mereka akan tahu hujan baru saja tiba.

Percaya atau tidak, hujan itu pencipta suasana romantis. Hujan akan selalu menghadirkan kebersamaan dan kehangatan. Mereka akan lebih memilih berkumpul bersama keluarga di dalam rumah sederhana mereka, bercerita tentang hari ini dan minum teh bersama. Sungguh, hujan itu romantis. Suasana inilah yang dirindukan oleh setiap keluarga kecil yang sibuk dengan aktifitasnya. Hujan akan selalu mengingatkan kita kepada rumah tinggal kita. karena dimanapun kita, saat hujan tiba selalu ada rasa ingin kembali ke rumah untuk sekedar berteduh hingga hujan itu reda. Karena rumah adalah tempat berteduh yang selalu menjadi tujuan.

Karena hujan, semua akan berbagi cerita.
Jika hujan turun, tidak banyak kesibukan yang bisa dilakukan. Mereka lebih memilih untuk tinggal di tempat bersama orang yang mereka sayang dan saling berbagi cerita.
Setiap hujan datang, akan ada cerita dari setiap mereka yang menikmatinya. Hujan adalah pemberi keteduhan. Dan karena hujan semua akan bicara. Bicara akan apa yang menjadi harapan. Hujan membuat mereka ingat akan penciptanya.

Meskipun celoteh anak-anak itu tidak terdengar lagi di samping rumah, percayalah mereka sedang berceloteh bersama orang tua mereka di dalam kehangatan rumah. 

Hujan pencipta suasana romantis antara kita. Kita yang entah kapan akan bersama. Karena hujan membuat aku mampu meluangkan waktu untuk sejenak memikirkan kehidupan yang harus terus aku jalani. Dan jalan itu tidak mungkin mampu aku lewati sendiri, aku butuh kalian yang selalu hadir di kala hujan itu datang.

Hujan pencipta suasana romantis karena adanya kita. Bukan hanya aku dan kamu, tapi juga mereka.
Dan kalian, tetaplah bersamaku saat hujan turun.