Jumat, 29 Juli 2016

laki-laki dewasa



Menjauhlah untuk mendekat.

Thank you God, karena Engkau yang tak pernah lelah mengingatkanku. Memberikan penawaran hebat dan menjadikan mimpiku pada jalur yang Engkau tentukan.

Terkadang, sesaat saja aku merasa ada hal yang tidak bisa terucap kata namun menginginkan orang lain tahu. Mungkin layaknya sebuah
pengharapan di penghujung senja, yang akan hadir saat kita menantinya begitu lama dan melelahkan. Namun saat senja itu menepati janji, hanya sekejap saja aku bisa menikmatinya.

Dia adalah wanita yang aku istimewakan. Aku yang selalu menemaninya, mengirimkan bunga di atas meja kerjanya, menjemputnya saat malam telah larut. Dan tidak akan pernah rela melihat air matanya. Ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna dan membuatku bahagia berjalan di sampingnya.

Sebuah ungkapan rasa dari seorang laki-laki dewasa yang begitu mengagumi wanita. Kadang terlalu berlebihan, tapi bukanlah merupakan kesalahan. Karena dia mengungkap dengan penuh kejujuran. Tapi terkadang perasaan tak lagi mampu mengartikan maksud dengan baik. Dan tanpa sadar, wanita terbaik pilihan Tuhan adalah wanita yang tak pernah mendapat gelar spesial dalam hidupnya.

Dia adalah sahabat terbaikku, mendengar semua ceritaku, menasehati setiap permasalahanku, dan tak pernah aku merasa spesial saat berada di dekatnya. Hanya ada cerita kami dengan secangkir kopi. Dia yang setiap hari mendengarkan cerita wanita yang selalu aku kagumi. Namun ketahuilah, aku benar-benar merasa kehilangan saat sahabatku tak lagi menemaniku minum kopi. 

Dan kesederhanaan yang nyaman tak lagi hadir hanya karena keistimewaan yang belum ada kepastian. Seorang laki-laki dewasa yang telah paham akan keputusan.

Aku laki-laki dewasa yang mulai berani akan pengakuan. Aku tidak banyak mengerti apapun tentang permainan rasa yang telah menjadi takdir. Kini justru perasaan yang bicara, aku gelisah. Sesaat setelah tak ada lagi kabar  dari seorang wanita yang  tak pernah ada pujian. Yang tak pernah kulihat arti hadirnya. Hanya saja kusebut dia sahabat terbaik.
Namun, aku tidak merasa kehilangan meski tak ada lagi bunga yang kubeli setiap pagi dan tak ada lagi wanita yang kuantar ketika malam telah larut. Aku paham akan jawaban terbaik Tuhan.

Karena Tuhan selalu mengabulkan doa orang baik yang sungguh-sungguh dalam perjuangan. Laki-laki dewasa yang mengharapkan kehadiran wanita dalam hidupnya. Yang setiap saat mendengarkan ceritanya dan yang tak pernah meminta pengorbanannya.  Wanita itu bukanlah dia yang nyaris sempurna namun dia adalah sahabat terbaik laki-laki dewasa.

Bersyukurlah, atas apa yang telah Tuhan dekatkan. Karena seringkali yang terabaikan adalah yang paling dekat dengan kita. ^,^