Rabu, 19 September 2018

Kala



Akan ada hari dimana mengikhlaskan jauh lebih mulia daripada memperjuangkan.
Yang tidak lagi menyapa, melihat, atau mendengarkan suara lembut itu.
Tidak bisa lagi hadir dalam suasana bahagia itu.
Selalu mengingat hujan, akan datang saat bersamaan.

 Kebersamaan itu telah kita lalui, tidak untuk kita sesali. Ketika aku mulai melangkah pasti, memutuskan perjalanan ini tidak untuk berjalan bersama. Aku masih jelas mengingatmu, mengingat banyak penawaranmu dan peran terbaikmu.

Hari yang terus berlalu akan tetap sama.
Menjemput sinar mentari dan menghantarkan senja sore hari.
Begitulah sejatinya hidup yang terus berjalan.
Tidak perlu meributkan kata “maaf” dan “terima kasih”.
Karena hidup perlu toleransi.

Semua akhir cerita bukan aku yang menentukan, bukan kamu, bukan mereka. Butuh banyak kejadian yang akan mengarahkan kita menuju penghujung keputusan. Kita yang pernah hidup akan berakhir di sisi-Nya. Menjalani untuk kesekian kali, tetap saja menjadi teka teki, kita yang akan sama sama bahagia, dengan jalan masing-masing.

Rabu, 12 September 2018

Profit


Jangan menggantungkan peruntungan kepada mereka
Berjuanglah untuk kebaikan diri
Jangan merasa beruntung memiliki mereka
Tapi buatlah mereka beruntung memiliki kita

Hidup tak melulu soal keberuntungan
Sangat disayangkan ketika hidup hanya mengejar peruntungan
Seperti sebuah lotre, yang kita nantikan, namun tak kunjung kita dapatkan
Jadikan peruntungan sebagai bonus akan perjuangan hidupmu
Bukan tujuan hidup

Berjuanglah untuk sebuah kelayakan

"Dan ketika senja hadir kembali, aku ingin kamu tersenyum, merasakan kehangatan dan nyaman akan kehadiranku"