Rabu, 19 Desember 2018

Portion



Ada banyak cerita yang  tersimpan rapi dan ada banyak cerita yang dikenang sunyi.
Ada banyak harapan yang tak tersalurkan namun ada banyak mimpi yang menjadi nyata.
Begitulah esensi hidup yang setiap langkah menghampiri. 
Aku tidak akan mampu berjalan jika aku tidak berusaha berdiri
Namun aku akan berlari jika aku telah cukup lama berjalan.
Apa yang terlihat tidak selamanya benar, apa yang ada tidak selamanya nyata.



Ketika jalan hidup telah digariskan, maka akan kita lalui sesuai arah perjalanan. Dan ketika ada jalan orang lain yang berusaha kita lewati, maka kita akan tersesat dan buta arah. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda, sesuai dengan takdirnya. Karenanya, setiap orang memiliki cara tersendiri bagaimana akan membuat takdir itu semakin dekat atau justru semakin jauh, mereka hanya mampu berusaha.

Yang kita miliki akan selalu kurang, karena sejatinya manusia mempunyai rasa ingin mencapai apa yang belum dimiliki. Hal itu yang kadang membuat lupa pada rasa syukur. Tidak semua orang paham dengan porsinya, karena yang dipahami adalah naluri untuk terlihat lebih baik dari yang orang lain pikirkan. Jika  memang hal itu yang selalu tertanam dalam diri, maka akan datang masalah baru yang menyulitkan. Karena yang kita lewati adalah jalan hidup orang lain bukan jalan hidup kita.


“aku tersenyum girang ketika aku menikmati angin sore yang membawaku kembali mengingat masa dimana aku masih senang berlari menangkap kupu-kupu. Aku merasakan kedamaian ketika aku terlepas dari segala beban tugas dan menikmati akhir pekan dengan buku cerita sederhana yang aku baca. Begitulah caraku memudahkan hidupku dengan jalanku, bukan melalui jalan orang lain yang tidak sesuai dengan porsiku”