Senin, 08 Desember 2014

Bidan pembawa Bunga

Yapp,!! Inilah calon bidan cantik yang hoby jualan... bukan jualan sii...lebih tepatnya tuntutan mencari dana usaha.

Meskipun harus panas-panasan dan meskipun harus berjuang muter-muter rektorat uns, dan harus bangun pagi-pagi merangkai bunga...kami tetep eksis,!! Wkwkwkwk
Karena memang bagi kami kebersamaan adalah hal teristimewa. Bukan apa yang harus kita capai tapi apa yang bisa kita dapat hari ini.  Semangat dari teman-teman adalah kekuatan untuk terus mensyukuri apa yang bisa didapat. Kita adalah calon penyelamat generasi emas yang akan lahir dari tangan mungil kita. Jadi, bagi kita seberat dan sebesar apapun pekerjaan yang kita lakukan bukanlah untuk menjadikan beban. Namun pekerjaan kami adalah pekerjaan yang mulia. Ini belum seberapa dari pekerjaan kita yang sesungguhnya. :D
Benar memang, kita adalah tenaga kesehatan yang mengabdi untuk masyarakat, namun bukan berarti kita tidak punya akses untuk bisa lebih mengenal dunia luar di luar dunia kita. Ya, salah satunya adalah dengan berjualan bunga. Hihihi...

Meskipun, walaupun, namun, tapiiiii....ternyata banyak orang lebih tertarik dengan bunga-bunga hasil rangkaian penjual bunga profesional kami tetep bangga bisa merangkai bunga meskipun untuk diri kami sendiri.. :D dan kami juga harus membuang rasa malu untuk berpanas-panasan menawarkan bunga.. wkwkwkwk


Yang pasti aku sangat..sangaatttt...berterimakasih buat teman-teman yang udah banyak membantu, yang banyak memberi semangat, dan buat teman-teman yang rela meluangkan waktu liburnya untuk jalan-jalan bawa bunga. J
Kalian hebatt,!! Ya, kalian adalah calon ibu-ibu hebat yang bisa menjadi wanita mulia dalam keluarga. Amiinn... :D
Mungkin ini pengalaman yang pertama buat kita, dan aku merasa sangat beruntung bisa meluangkan waktu bersama kalian...yang pasti kita tidak mengejar apa yang harus kita capai, tapi kita cukup mengambil apa yang bisa kita dapatkan. Teman-teman jadikan ini pengalaman yaa?? Makasih sekali lagi atas partisipasi kaliann..sungguh semangat kalian luar biasaa... :D


Tetap semangatt cantiikk,!!! ;)




Minggu, 19 Oktober 2014

Karena doamu jauh lebih indah




Mengatur diri adalah hal yang sulit dilakukan, dimana kita terkadang merasa diri kita yang paling benar dan tidak bisa menerima pendapat orang lain (egois). Kadang rasa kesal itu muncul tanpa alasan yang rasional dan kita harus mampu menghadapinya.. itulah bagaimana kita mengatur diri kita..
Dan untuk orang yang senantiasa mendoakan kita, sungguh dia adalah orang yang paling berperan dalam hidup kita, bahkan doa jelek sekalipun karena itu berarti kita selalu muncul dalam doanya. Kita berperan besar dalam hidupnya. Tanpa doa yang buruk dari orang yang mungkin tidak suka dengan kita atau tidak ingin melihat kebahagiaan kita, maka hidup kita berwarna abu-abu..kita tidak akan pernah tau bagaimana kita harus bersikap bijak dan bagaimana kita akan terus memperbaiki diri. Dan untuk orang yang senantiasa mendoakan hal baik, sungguh mulia hatinya. Sungguh kebaikan itu akan berbalik kepadamu dan menjadi lebih.
Doamu yang selalu lebih indah dari doa yang setiap hari aku minta. Setiap pagi yang tak pernah lelah menyapa, bahkan ketika matahari pagi bersembunyi di balik hujan. Terimakasih untuk seorang teman yang senantiasa menyebutku dalam doa baiknya. 
Dan aku yang berusaha memantaskan diri untuk berdoa. Karena tak ada yang bisa aku janjikan, tidak ada pula yang bisa aku berikan selain mendoakan dan hanya Dia yang tahu isi dari setiap doaku.

Mengasihi terkadang membuat kita salah. Salah diartikan oleh mereka yang kita kasihi, bukan bermaksud ingin merendahkan tapi hanya ingin turut serta merasakan kesedihan yang dirasakannya. Oleh sebab itu..cukuplah dengan kita mendoakan untuk kemudahannya. Dan untuk dia yang selalu mendoakan kita tanpa kita minta bahkan kita tidak mengetahuinya, sungguh doa itu jauh lebih indah dari doa-doa kita.
Keihklasan doa adalah saat kita dengan mudahnya mengingat Sang Pencipta dan mengucap rasa syukur untuk kehidupan yang telah dianugerahkan tanpa perlu kita menjanjikan berbagai macam hal untuk dilakukan. Karena kekuatan doa tidak ada yang mampu memperkirakannya... *ting...ting

Terimakasih untuk doamu yang jauh lebih indah :)


---- Janganlah menjadi orang yang bangga mempunyai segala hal, namun jadilah orang yang mampu memberi dalam segala hal -----
 

Kamis, 16 Oktober 2014

ikan pauuussss

Ikan paus...yapp..kedengerannya serem tapi lucuuu....
Bukan apa2 sii...gak tau darimana awalnya aku suka tapi yang jelas aku suka liat gambar atau boneka ikan paus..walaupunn secara langsung belum pernah tak liat...hihihi

Berawal dari sebuah percakapan aneh yang sulit dijelaskan tapii...aku menemukan suatu hal yang bermakna. Mungkin terlihat berbeda tapi sungguh aku merasa ada hal yang memang “kenyamanan” itu ada 
Baiklahh...sedikit cuap-cuap...aku ingin mengungkapkan sesuatu (ciieehhh...)
Ikan paus...mungkin menyebalkan tapi lucu dan aku suka... :D
Terkadang ketika merasakan hal yang membuta kita nyaman kita lupa akan tujuan kita yang sebenarnya.. tujuan bisa dikatakan jalan pemikiran. Jadi jangan sampai apa yang telah membuat kita nyaman justru membuat kita lupa diri. Menjadi diri sendiri itu penting, sangat penting. Pernah ada seorang teman  berpesan “bolehlah kamu mengubah dirimu menjadi yang lebih baik atau menjadi apa yang disarankan orang lain tapi satu hal yang perlu diingat, jangan sampai kamu kehilangan dirimu sendiri.”
Be your self = exciting
Memang benar dikatakan menjadi orang penting itu baik, tapi lebih penting menjadi orang baik 
Terkadang kita harus menjadi orang lain untuk menarik perhatian. Itu salah, karena perhatian yang kita dapat dengan cara menjadi orang lain tidak akan pernah menjadikan kita bahagia yang sesungguhnya. Kebanyakan dari orang berpikir tentang bagaimana ia harus bahagia, bagaimana ia harus menjalani hidup dengan cara mereka.
Bahagia yang sebenarnya ketika kita mampu bangga akan diri kita sendiri, merasa puas dengan apa yang telah kita kerjakan. Dan terus mengembangkan apa yang telah menjadi tujuan. Mencapai tujuan mungkin bisa dikatakan sebagai kepuasan untuk diri sendiri, terlebih apabila kita telah merencanakan hal yang ingin kita capai. Namun percayalah sebaik apapun kita merencanakan suatu hal, rencana Allah jauh lebih baik. 
Meniru hal baik dari orang lain itu sangat diperlukan tapi harus dengan cara kita dan jangan sampai kita tidak mengenali diri kita sendiri. Aku adalah orang yang tidak suka jika ada orang lain yang masuk dalam kehidupanku, oleh karena itu aku harus bisa membuatnya bukan lagi orang lain. Entah dengan kasih sayang ataupun cinta terhadap sesama. Dan aku bukanlah orang yang meringankan kata cinta. Cinta yang tulus hanya untuk mereka yang rela berbagi dan mengasihi tanpa alasan pasti.

Kamis, 15 Mei 2014

Simposium Nasional (Himadan FK UNS)


Sebuah perjuangan tanpa akhir...

Inilah awal dari organisasiku saat ini..terkadang harus menyita waktu bermain, bersantai, jalan-jalan, dan bahkan waktu belajar. Segala hal yang didasari dengan niat InsyaAllah akan berbuah kenikmatan. 
Ikhlas dalam menjalani dan sabar dalam menyikapi. Acara besar telah kami lewati. Alhamdulillah Allah senantiasa mendampingi kami. Semua sukses dan berjalan lancar.

Para Bidan yang tak kenal lelah berjuang menjalin hubungan dan peduli dengan sesama. Gender bukanlah hal yang harus dipermasalahkan. Meskipun semua adalah wanita tapi kami mampu melaluinya. Tanggal 11 Mei 2014, hari bersejarah untuk HIMADAN SATU. Organisasi Kebidanan FK UNS. Berhasil membuat 1000 peserta yang mayoritas adalah Bidan berkumpul di suatu ruangan besar di UNS. Ruang yang biasanya hanya digunakan untuk acara-acara besar. Dan kami, para mahasiswa Bidan berhasil menggelar acara di sana dengan suksesnya..Subhanallah... 
Semua itu pastilah tidak terlepas dari kerja keras dan usaha dari semua panitia, juga dukungan dari teman-teman maupun keluarga. Meskipun bisa dibilang kami hanyalah sebuah organisasi kecil namun kami tidak takut untuk membuat acara besar.
SIMPOSIUM NASIONAL....itulah acara kami. Acara yang setiap tahun kami adakan. Dengan bangganya kami membawa nama Kebidanan FK UNS menjadi dikenal banyak masyarakat. Publikasi yang dilakukan dengan penuh semangat dan tersebar di berbagai daerah. Tidaklah mengecewakan. Ya, kami mampu mendapat 1000 peserta, bahkan lebih. Dan inilah awal dari sebuah kepanitian besar yang aku ikuti. Semoga banyak hal bermanfaat yang mampu mengubah hidupku ke arah yang lebih baik lagi. Amin..
Terima kasih buat kakak-kakak yang tidak pernah lelah membimbing dan mengajari banyak hal, meski terkadang aku merasa ini terlau berat namun sungguh,,ini semua membuatku bisa berpikir jauh lebih baik. Terima kasih buat teman-teman yang selalu memberi dukungan yang selalu ada, yang selalu membantu dan selalu bersama-sama untuk mensukseskan acara ini. Dan aku, sebagai adik sangat ingin memohon maaf kepada kakak-kakak karena aku yakin apa yang aku lakukan belum lah maksimal seperti yang diharapkan. Terima kasih untuk  semangat kalian semua.
Berpikirlah bahwa segala hal yang kita lakukan adalah awal, awal dari sebuah perjuangan. Tanamkanlah dalam hati kita bahwa awal akan selalu menjadi acuan bagi kita untuk lebih baik kedepannya. Memang tidak semua orang mampu menghargai perjuangan  dari orang lain. Tidak semua orang mampu merasakan sulitnya perjuangan orang lain. Dan banyak orang melihat sesuatu hanya dari hasil akhir.. bukan dari usaha ataupun proses yang  dilakukan. Biarlah mereka menilai seperti apa acara SIMPO kita saat itu. Tetaplah berakar rendah hati, berbatang keikhlasan dan berdaun kesabaran...dengan demikian pohon akan berbuah kebahagiaan dan kedamaian.

:: Terima kasih untuk semua dukungan dan yang senantiasa mengingatkan untuk ikhlas. ;)

Senin, 21 April 2014

Cit-Cat



Sungguh...memang terdengar risih ditelinga "mengharap perhatian" dari seseorang yang kita sayang.. Namun perlu diketahui juga setiap orang wajar mengalami masa yang demikian. Terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan kita. Itu mungkin saja terjadi bahkan sangat mungkin. Namun ketahuilah seseorang yang dengan sengaja memberi perhatian adalah mereka yang bisa  tulus memahami dan mengerti keadaan kita sebenarnya. Bukan karena suatu alasan tapi karena kita yang menjadi alasan untuk diperhatikan. Perhatian juga muncul dari orang-orang yang dekat dengan kita yang selalu tahu bagaimana kepribadian kita dan selalu ingin tahu tentang kita.
Merasa sangat beruntung karena orang yang selama ini memberi perhatian adalah mereka yang tidak pernah kita perhatikan sebelumnya. Bukan hanya sekedar untuk curhat atau menulis kata2 puitis karena jujur aku sangat kurang dalam berkata-kata. Namun aku hanya ingin berbagi tentang apa yang dengan nyata aku alami.
Merasa diperhatikan, kadang juga membuat kita sombong, terlalu percaya diri, dan yang pasti merasa kita spesial. Spesial, bukan sebuah kata yang sulit dijabarkan hanya saja spesial itu untuk mereka yang mempunyai tempat lebih unik. Tidak mampu juga diungkapkan dengan kata “kamu spesial” namun cukup dengan sebuah sikap yang membuat “yang spesial” itu nyaman dan merasa “lebih” saat bersama kita.
Bahagia itu sederhana, sangat sederhana. Bahagia tidak perlu dicari karena bahagia itu cukup dengan dirasakan. Kebahagiaan itu berawal dari sebuah keihklasan. Ikhlas dalam setiap hal, setiap pekerjaan, dan setiap waktu. Ikhlas ada dalam hati yang sangat dalam yang sangat sulit untuk ditemukan. Terkadang kita mengeluh dengan apa yang kita hadapi karena yang tertanam dalam pikiran adalah sisi buruk dari apa yang kita terima. Padahal hal buruk itu hanya ada dalam imajinasi pikiran kita. Selama kita mampu membuat hal buruk itu menyenangkan maka sampailah kita pada tahapan “cukup”. Merasa cukup memang tidak mudah namun bisa dimulai dengan berani menerima dan belajar mencintai keburukan yang kita takutkan. Mencintai hal yang tidak kita suka atau hal yang kita anggap buruk akan mengubah pemikiran kita ke arah yang lebih rasional. Jika kita mampu merasa cukup kita tidak akan pernah lupa untuk mensyukuri apa yang telah kita miliki. Sungguh keadilan itu sangat nyata, nyata dapat kita rasakan, kepada mereka yang mampu ikhlas menerinya. Karena yang Maha Adil akan senantiasa memberi apa yang kita butuhkan.