Sungguh...memang terdengar risih ditelinga "mengharap perhatian"
dari seseorang yang kita sayang.. Namun perlu diketahui juga setiap orang wajar
mengalami masa yang demikian. Terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai
dengan keinginan kita. Itu mungkin saja terjadi bahkan sangat mungkin. Namun
ketahuilah seseorang yang dengan sengaja memberi perhatian adalah mereka yang
bisa tulus memahami dan mengerti keadaan kita sebenarnya. Bukan karena
suatu alasan tapi karena kita yang menjadi alasan untuk diperhatikan. Perhatian
juga muncul dari orang-orang yang dekat dengan kita yang selalu tahu bagaimana
kepribadian kita dan selalu ingin tahu tentang kita.Merasa sangat beruntung karena orang yang selama ini memberi perhatian adalah mereka yang tidak pernah kita perhatikan sebelumnya. Bukan hanya sekedar untuk curhat atau menulis kata2 puitis karena jujur aku sangat kurang dalam berkata-kata. Namun aku hanya ingin berbagi tentang apa yang dengan nyata aku alami.
Merasa diperhatikan, kadang juga membuat kita sombong, terlalu percaya diri, dan yang pasti merasa kita spesial. Spesial, bukan sebuah kata yang sulit dijabarkan hanya saja spesial itu untuk mereka yang mempunyai tempat lebih unik. Tidak mampu juga diungkapkan dengan kata “kamu spesial” namun cukup dengan sebuah sikap yang membuat “yang spesial” itu nyaman dan merasa “lebih” saat bersama kita.
Bahagia itu sederhana, sangat sederhana. Bahagia tidak perlu dicari karena bahagia itu cukup dengan dirasakan. Kebahagiaan itu berawal dari sebuah keihklasan. Ikhlas dalam setiap hal, setiap pekerjaan, dan setiap waktu. Ikhlas ada dalam hati yang sangat dalam yang sangat sulit untuk ditemukan. Terkadang kita mengeluh dengan apa yang kita hadapi karena yang tertanam dalam pikiran adalah sisi buruk dari apa yang kita terima. Padahal hal buruk itu hanya ada dalam imajinasi pikiran kita. Selama kita mampu membuat hal buruk itu menyenangkan maka sampailah kita pada tahapan “cukup”. Merasa cukup memang tidak mudah namun bisa dimulai dengan berani menerima dan belajar mencintai keburukan yang kita takutkan. Mencintai hal yang tidak kita suka atau hal yang kita anggap buruk akan mengubah pemikiran kita ke arah yang lebih rasional. Jika kita mampu merasa cukup kita tidak akan pernah lupa untuk mensyukuri apa yang telah kita miliki. Sungguh keadilan itu sangat nyata, nyata dapat kita rasakan, kepada mereka yang mampu ikhlas menerinya. Karena yang Maha Adil akan senantiasa memberi apa yang kita butuhkan.
"Bahagia itu sederhana, sangat sederhana. Bahagia tidak perlu dicari karena bahagia itu cukup dengan dirasakan.", yg pasti aku tau dan yakin kita punya cara sendiri untuk saling membahagiakan.. :D
BalasHapushahaha.. ngapain adek senyum2 sendiri?? :D
Hapus