Damai...nyaman...bahagia... apa yang terbayang apabila
mendengar tiga kata tersebut?? Pastilah hal bahagia yang membuat kita lupa
bagaimana akan bersedih.
Sebenarnya, rasa itu akan datang hanya dengan sugesti yang
kita ciptakan sendiri. Bukan dari orang lain. Bukan dari “dia” yang kita
kagumi, tapi dari bersihnya hati kita menyikapi hal yang akan terjadi dalam
hidup.
Hey kamu yang pernah ikut berperan dalam kebahagiaanku!! Big
thanks for all... mungkin aku yang telah melibatkan kamu bukan kamu yang melibatkan diri. Namun, hanya dengan
beberapa saat saja kita bisa mengubah peran seseorang dalam hidup kita. Ketika
semua rasa percaya telah menjadi “ikrar” (wkwkwkwk) tiba-tiba rasa “bosan” datang
silih berganti :D hingga muncul berbagai pertanyaan pada pihak yang merasa
dirugikan (gak mudeng ah..)
Baiklah... kembali dengan “puitisasi” (ceilaahh...)
Jika memang seseorang telah rela mengorbankan hidupnya buat
kamu, dan rela menaruh harapan untuk kamu...pastilah ada rasa khawatir, itu pasti.
Namun, jangan takut karena semua bisa kita selesaikan dengan kejujuran.
Jujurlah akan apapun yang memang harus dikatakan jangan menutupi hal-hal yang
membuat kamu akan terkesan baik hati. Karena kebaikan yang natural akan
terlihat dari hati yang benar-benar ikhlas.
Mungkin sekian lama kebersamaan itu terjalin bukan jaminan
untuk sebuah kedamaian. Mengertilah, bahwa sebenarnya kita akan merasa damai
justru bersama dengan orang-orang yang terbiasa dekat dengan kita. Yang mungkin
sebelumnya tak berperan banyak dalam hidup kita tapi dia selalu ada. Mungkin
ini salah satu skenario Sang Pencipta tapi cukuplah kita jalani sebagaimana
mestinya.
Terima kasiihh...untuk yang tiba-tiba hadir, memberikan
sapaan layaknya angin surga di pagi hari yang hanya bisa dirasakan oleh mereka
yang menantikan datangnya pagi. Mungkin kita lebih menyenangi adanya jarak
dalam “tegur sapa”. Ini kita lakukan untuk menghindari adanya “fitnah” yang
mungkin saja terjadi karena kesalahan dalam melihat sudut pandang.
Jadi,,cukuplah hanya dengan kalimat dan media sederhana untuk saling bertegur
sapa. Terima kasih banyak kawan..
Dengan demikian kedamaian itu akan hadir memenuhi rasa.. “
Selamat pagi yang disanaa... ;) “