Selasa, 29 September 2015

KEDAMAIAN SEBUAH RASA









Damai...nyaman...bahagia... apa yang terbayang apabila mendengar tiga kata tersebut?? Pastilah hal bahagia yang membuat kita lupa bagaimana akan bersedih.




Sebenarnya, rasa itu akan datang hanya dengan sugesti yang kita ciptakan sendiri. Bukan dari orang lain. Bukan dari “dia” yang kita kagumi, tapi dari bersihnya hati kita menyikapi hal yang akan terjadi dalam hidup.




Hey kamu yang pernah ikut berperan dalam kebahagiaanku!! Big thanks for all... mungkin aku yang telah melibatkan kamu bukan kamu  yang melibatkan diri. Namun, hanya dengan beberapa saat saja kita bisa mengubah peran seseorang dalam hidup kita. Ketika semua rasa percaya telah menjadi “ikrar” (wkwkwkwk) tiba-tiba rasa “bosan” datang silih berganti :D hingga muncul berbagai pertanyaan pada pihak yang merasa dirugikan (gak mudeng ah..)




Baiklah... kembali dengan “puitisasi” (ceilaahh...)




Jika memang seseorang telah rela mengorbankan hidupnya buat kamu, dan rela menaruh harapan untuk kamu...pastilah ada rasa khawatir, itu pasti. Namun, jangan takut karena semua bisa kita selesaikan dengan kejujuran. Jujurlah akan apapun yang memang harus dikatakan jangan menutupi hal-hal yang membuat kamu akan terkesan baik hati. Karena kebaikan yang natural akan terlihat dari hati yang benar-benar ikhlas.




Mungkin sekian lama kebersamaan itu terjalin bukan jaminan untuk sebuah kedamaian. Mengertilah, bahwa sebenarnya kita akan merasa damai justru bersama dengan orang-orang yang terbiasa dekat dengan kita. Yang mungkin sebelumnya tak berperan banyak dalam hidup kita tapi dia selalu ada. Mungkin ini salah satu skenario Sang Pencipta tapi cukuplah kita jalani sebagaimana mestinya.




Terima kasiihh...untuk yang tiba-tiba hadir, memberikan sapaan layaknya angin surga di pagi hari yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang menantikan datangnya pagi. Mungkin kita lebih menyenangi adanya jarak dalam “tegur sapa”. Ini kita lakukan untuk menghindari adanya “fitnah” yang mungkin saja terjadi karena kesalahan dalam melihat sudut pandang. Jadi,,cukuplah hanya dengan kalimat dan media sederhana untuk saling bertegur sapa. Terima kasih banyak kawan.. 



Dengan demikian kedamaian itu akan hadir memenuhi rasa.. “ Selamat pagi yang disanaa... ;) “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar