Akan selalu ada catatan tentang kamu, tentang aku, tentang
kita, dan juga tentang mereka. Dan si penulis cerita tidak selalu meminta
persetujuan akan tokoh yang ia ceritakan. Lebih berhak untuk diam menuliskan
atau mungkin akan ikut melibatkan. Kita tidak pernah tahu akan kepastian,
karena si pembuat cerita punya pesan tersendiri. Memainkan peran para tokoh
pilihan.

Sore itu, masih dengan nuansa syahdu. Di bawah pohon besar,
yang selalu memberikan kesejukan. Kami tersenyum bersama, dan ketahuilah.. aku
adalah sosok tokoh utama, dalam bagian ini.
Tidak banyak yang kami lakukan, aku memandang matanya yang
terus berbicara. Seolah mengatakan “hari ini aku bahagia”. Dan aku tersenyum
akan hal itu, tak ingin rasanya melewatkan kebersamaan penuh kehangatan.
Memandangnya penuh kedamaian, oleh pancaran sinar matahari
yang menghangatkan wajah. Pemandangan yang sungguh tak pernah membuatku bosan.
Aku yang terus saja menantikan, senyuman hangat bersama gurauan.
Seketika aku yang lebih banyak diam karena dia mulai
membacakan cerita. Namun, cerita itu tidak terselesaikan karena aku yang harus
melanjutkan. Aku paham, dan aku mulai menuliskan cerita lanjutan. Aku lah
penulis cerita itu, sekarang. Aku menceritakan segala hal yang membuatku
senang. Tak satupun ada hal buruk atau hal menyedihkan yang aku ceritakan.
Karena aku selalu menginginkan akhir kebahagiaan.
Aku yang selalu ingin menepati janji.
Di tempat itu, aku
duduk menantikan datangnya seorang tokoh yang aku ceritakan. Di bawah pohon
besar yang dekat dengan rel kereta. Aku yang dulunya benci tempat itu, karena
aku selalu saja merasa bising dengan suara kereta yang sesekali lewat. Namun,
dia sangat menyukai tempat ini.
Sudah cukup lama aku duduk menantikan, hingga akhirnya tidak
juga muncul tokoh utama dalam cerita yang aku tuliskan. Tiba-tiba saja,
datanglah gadis kecil berkaca mata. Dengan polosnya dia menyerahkan sebuah
buku, yang sangat aku kenal sampulnya. Ya, buku yang kemarin dia bacakan. Gadis
kecil itu pergi dan memintaku untuk membacanya. Ternyata dia benar, belum ada
lanjutan cerita dalam buku itu. Hanya saja dalam halaman terakhir buku
tertuliskan :
“aku tidak sanggup melanjutkan cerita tentangku, tentang
kamu, tentang kita, atau mungkin tentang mereka. Aku ingin kamu yang
menuliskannya. Tuliskan kebahagiaanmu meski tidak lagi menjumpaiku sebagai
tokoh utama dalam hidupmu. Namun ketahuilah, kamu selalu menjadi tokoh utama
dalam ceritaku.”
Dan tidak ada lagi cerita selanjutnya.
Kepergian yang tidak aku mengerti alasannya, Tuhan yang
telah mengambilnya, tokoh utama cerita
hidupku. Terima kasih Tuhan, karena sempat menghadirkan dia dalam cerita masa
laluku. Semoga akan ada tempat terbaik untuknya, disisi-Mu.