Minggu, 29 Maret 2020

hari esok



Setiap tulisan yang dibaca, ada pesan yang ingin tersampaikan.

Aku adalah pembaca yang baik, pada setiap adegan hidup yang belum aku mengerti. Ingin aku tahu, kisah apa lagi yang akan terjadi untukku esok hari. Ingin aku menjalankan peran lebih baik lagi, dari peran yang aku mainkan sekarang. Perjalanan hari ini membuatku lelah, aku menemukan banyak jalan yang rusak dan belum diperbaiki. Kanan kiri jalan hanyalah hutan dipenuhi pepohonan yang gelap. Jika esok hari cerita itu sama, maka aku akan memilih jalan lain dengan pemandangan yang lebih indah. Itulah tujuanku, membaca terlebih dahulu adegan apa yang akan aku perankan esok.


Tidak semua yang buruk terjadi sekarang, akan berujung lebih buruk.
Karena dibalik perjalanan melelahkan pasti ada tujuan yang ingin kita capai.
Meski hanya untuk sekedar menghirup udara segar
Atau untuk melihat pemandangan alam dari atas bukit.
Bahagia itu bisa kita ciptakan, dengan tema yang bisa kita tentukan.
Berlatihlah memaknai perjalanan, menikmati setiap kejadian, fokus pada apa yang telah menjadi tujuan.
Jangan mudah beralih, jika memang belum menemukan jawaban.
Waktu yang  akan memberikan penghargaan untuk jiwa yang senantiasa sabar.

Senin, 16 Maret 2020

Ever



Pada setiap hati yang pernah tersenyum
Untuk setiap hati yang pernah merasakan luka.
Hidup ini tidak terkenang dalam satu rasa.
Kita akan tertawa, merasakan indahnya bahagia.
Kita akan menyesal, mengenang kesalahan yang tidak seharusnya kita lakukan.

Untuk sebuah hati yang pernah bahagia, percayalah kebahagiaan itu tidak jauh. Dia akan semakin dekat, dan semakin dekat. Jika kamu mampu menggenggamnya erat, tanpa menyesali kesalahan yang pernah terjadi. Bersedihlah untuk waktu yang sebentar, dan kenanglah sebagai pembelajaran, bukan penyesalan.

Seketika aku membuka catatan dalam memori otak yang tersimpan, 

“aku masih tersenyum setiap kali aku mengingat apa yang pernah terjadi di masa lampau. Saat dimana aku menghabiskan waktu tanpa aku menyesali apa yang aku lewati. Di waktu itu, setiap harinya aku menantikan esok akan datang lagi. Aku selalu bermain hingga petang. Dan mendengar teriakan seorang wanita yang memintaku segera pulang. Ya, itulah momen di saat umurku 10 tahun.
Sekarang cerita itu berbeda, momen itu tak dapat kuulang, karena aku tak lagi bermain hingga petang, dan tak lagi mendengar terikan seseorang untuk memintaku pulang. Tapi aku merasakan, ada doa baik untuk setiap perjalanan hidupku. Doa seorang ibu.”