Pada setiap hati yang pernah tersenyum
Hidup ini tidak terkenang dalam satu rasa.
Kita akan tertawa, merasakan indahnya bahagia.
Kita akan menyesal, mengenang kesalahan yang tidak seharusnya
kita lakukan.
Untuk sebuah hati yang pernah bahagia, percayalah kebahagiaan
itu tidak jauh. Dia akan semakin dekat, dan semakin dekat. Jika kamu mampu menggenggamnya
erat, tanpa menyesali kesalahan yang pernah terjadi. Bersedihlah untuk waktu yang sebentar, dan kenanglah sebagai
pembelajaran, bukan penyesalan.
Seketika aku membuka catatan dalam memori otak yang
tersimpan,
“aku masih tersenyum setiap kali aku mengingat apa yang
pernah terjadi di masa lampau. Saat dimana aku menghabiskan waktu tanpa aku
menyesali apa yang aku lewati. Di waktu itu, setiap harinya aku menantikan esok akan datang lagi. Aku selalu bermain hingga petang. Dan mendengar teriakan seorang wanita
yang memintaku segera pulang. Ya, itulah momen di saat umurku 10 tahun.
Sekarang cerita itu berbeda, momen itu tak dapat kuulang,
karena aku tak lagi bermain hingga petang, dan tak lagi mendengar terikan seseorang
untuk memintaku pulang. Tapi aku merasakan, ada doa baik untuk setiap
perjalanan hidupku. Doa seorang ibu.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar