Ketika sebuah pertanyaan muncul, kapankah kamu merasa
bahagia? Mungkin sebagian besar hati kita akan menjawab, ketika aku sedang
merasa jatuh cinta, karena semua terasa menyenangkan. Bahkan hal yang tidak
biasanya aku lakukan pun, pada akhirnya menjadi kebiasaan. Itulah jatuh cinta
yang pada umumnya dirasa oleh setiap insan.
Tapi,,pernahkah kita berusaha menyadari bahwa sebagian kecil
hati kita menjawab. Saat paling membahagiakan adalah saat aku masih kecil dan
saat aku hanya menghabiskan waktu untuk bermain. Ya, itulah masa terbahagia
yang sebenarnya. Karena di masa itu, kita tidak akan tahu apa artinya sakit
hati. Kita tidak tahu apa artinya penghianatan. Apa artinya perjuangan. Yang kita
tahu hanyalah, bohong itu dosa. Dan sakit itu menangis.
Di masa itu, orang yang paling kita sayang adalah ibu, dan
orang yang menjadi pelarian adalah ayah. Merekalah orang yang membuat kita
takut untuk ditinggalkan. Namun, semakin dewasa semua akan berubah. Kita mulai
mengenal oran lain, orang asing yang dengan “lucunya” membuat kita takut
kehinlangan dia. Padahal, berapa lama kita mengenal dia dibandingkan dengan
kedua orang tua kita?
Ingat ketika masa bahagia itu, membuat kita ingin mengulang
waktu itu kembali dan tidak ingin melewatkannya satu detik pun. Saat kita
bermain bersama teman kita, kemudian kita terjatuh, yang sakit hanyalah fisik
kita. kemudian kita pulang, disambut hangat oleh orang tua kita, terutama ibu,
dan dia membelikan kita es krim yang besar agar kita berhenti menangis. Jika
kita menyadarinya, betapa bahagianya kita saat itu. Saat dimana kita tidak
punya masalah yang harus kita selesaikan sendiri. Tidak punya perasaan yang
mungkin sering tersakiti.
Namun,,masa terbahagia itu kini telah terlewati. Dan baru kita rindukan saat
ini. Di saat kita semakin dewasa dan dihadapkan dengan berbagai masalah, bahkan
walaupun teman kita, saudara kita, atau bahkan orang tua kita membelikan kita
es krim sebesar apapun, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Yang mampu
menyelesaikannya adalah diri kita sendiri. Kita yang bisa mengambil keputusan
dan kita akan tahu konsekuensinya.
Sebesar apapun masalah yang ada dalam hidup kita saat ini, ingatlah bahwa kita pernah melewati masa terbahagia. Dan masa itu akan kembali terulang jika kita mampu menciptakannya. Janganlah selalu berpikr bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya tidak pernah ada. Sebenarnya kebahagiaan yang sesungguhnya sudah pernah ada, sudah pernah diberikan, hanya saja bagaimana kita bisa mengulanginya kembali dengan cara kita. Bukan cara orang lain maupun dengan menjadi orang lain. :)
hahaha... aku udah bacaaa
BalasHapus