Dan.. kali inii… semua akan menjadi catatan yang luar
biasa menyenangkan untuk diceritakan.
Berawal dari sebuah tugas yang diamanahkan institusi
kepada mahasiswanya yang harus menjalani kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan)
Pendidikan. Yapp,!! Dan aku menjadi salah satu dari bagian itu.
Kesan pertama : “wahh…pasti
bakal nyenengin bisa langsung ketemu sama mahasiswa bidan dari institusi lain
dan bisa bagi-bagi ilmu sama mereka”
Pada hari pertama penyerahan ke AKBID
“kampusnya
bagus yaa…besarr… mahasiswanya kelihatan ramah-ramah… insyaAllah betah.. wkwk
(senyum penuh syukur atas nikmat Allah)”
Well…setelah penyerahan gak langsung bisa ngajar
disitu, kebetulan ada dua putaran dan aku dapet giliran putaran dua. Jadiii,
kembali ke kampus tercinta dulu yokk,!! Nanti kalo udah datang gilirannya baru
deh balik lagi kesinii…
________________time flies so
fast______________
Tepatnya di tanggal 24 April 2017, adalah hari ditetapkannya putaran dua PKL
Pendidikan!!!
Jreeengg…jrengg….
Pake seragam baruuu…horeeee,!!!
Bahagianyaaa…rasanya pengen poto poto mulu, sana
sini..
Nah, baiklah…berhubung sudah terjun PKL alias menjadi
mahasiswa praktik di sebuah institusi kesehatan, maka kita siap menerima segala
tugas yang diberikan. Ada pembagian tanggung jawab untuk setiap mata kuliah.
Dengan modal keberuntungan, aku dapet jatah mengampu
mata kuliah Kespro (Kesehatan Reproduksi) dengan pembimbingku seorang dokter
wanita yang super keren dan cantik. (semoga cantiknya nular yaa bu, wkwk)
Modal keberuntungan yang kedua adalah… aku dapet
jatah mengajar mahasiswa tingkat dua, mahasiswa yang dalam imajinasiku itu
mereka sedang seneng-senengnya jadi mahasiswa. Dan yang jelas, aku belum pernah
ketemu mereka, belum tahu ruangan mereka, belum paham sistem pembelajaran
mereka, dan..masih banyak lagi kata “belum” yang membuat aku butuh persiapan
lebih.
Alhasil, pembimbingku yang cantik itu bilang kalau
mahasiswa tingkat 2 sebentar lagi akan terjun ke lahan alias praktek di rumah
sakit maupun puskesmas. Jadiii… hanya ada 2 kali pertemuanku untuk mengajar di
kelas mereka, dan hari pertama aku masuk di kelas mereka, aku harus
menyampaikan materi dengan segenap keahlian yang aku miliki. Hoho… rasanya
pengen bilang “dok, tidakkah ada kabar
yang lebih mengejutkan dari ini?? Rasanya pengen ketawa sambil nangis, hiks..”
Pertama masuk kelas, menjadi pusat perhatian (udah
pasti), seenggaknya seragam pink (kebanggaan) cukup membuatku sedikit percaya
diri karena bisa meyakinkan para mahasiswa bahwa aku adalah mahasiswa praktek
yang akan mengajar di kelas mereka. Walaupun aku tahu dalam hati mereka ada
sedikit rasa penasaran, rasa kurang percaya, rasa acuh, rasa ingin tahu, dan
masih banyak rasa yang ada di pikiran 38 siswa. Langsung saja aku melakukan perkenalan
singkat, senyum, sapa, salam, basa basi, masuk materi.. dann…blab bla blaa…
selesai.
Ada pertanyaan? Tidak! (Alhamdulillah)
Semua paham? Paham,! (Alhamdulillah..) tugas hari ini
kelar, yess,!!!
Dan,,kabar mengejutkan jilid 2, besok adalah hari
pertemuan terakhir mata kuliah kespro dan sekaligus materi terakhir. Jadi mau
ga mau harus ambil penilaian besok pagi. Rasanya semua aliran darah berhenti
sejenak (lebay). Tapi sungguh, ini kabar lebih mengejutkan dari kabar
sebelumnya. TT
Pembimbingku bilang, silakan materi disiapkan dari sekarang,
bisa cari2 materi di perpus atas, dan dikonsulkan nanti malem lewat email.
Dalam keadaan genting, maka penawaran dalam benntuk apapun tidak lagi bisa
diterima. Oke, baiklah…semua ada jalan keluarnya. Dengan segera naik ke lantai
tiga, nyari tulisan “LIBRARY” yapp,!! Disitulah aku yang selanjutnya memikirkan apa yang terlebih dulu
aku siapkan.
Pertama,
hubungin dosen institusiku, kalo besok aku akan penilaian alias ujian praktek
mengajar.
Kedua,
susun materi apa yang akan disampaiakan.
Ketiga, pikirkan konsumsi yang pantas untuk dua
orang penguji.
Keempat, sistem
pembelajaran seperti apa yang akan aku gunakan.
Kelima, semua
bakal terlewati, selesaikan dulu satu-satu, jangan semua dipikir jadi satu.
Sampai di kos, searching materi. Udah ada niatan dari
awal, malam ini jangan mikirin tidur jam berapa, yang penting semua kelar dulu.
Masih ada hari esok. Sesibuk apapun jangan lupa makan, sholat, mandi, mandi itu
penting demi kenyamanan, wkwk. Boleh serius tapi jangan spanneng, hadapi aja
sambil senyum-senyum, nyanyi-nyanyi, dengerin musik. Dannn…malam semakin larut,
materi belum kelar juga, email pun belum terkirim. Konsul materi besok pagi aja
lah.. ngajarnya improve, yang penting siswanya paham (kali ini aku menjadi
cewek yang berusaha mikir super simple, ga seperti biasanya yang serba ribet).
Paginyaaa…. segenting apapun keadaan karena udah
menjadi rutinitas tak sempetin sholat dhuha dulu, karena disitu Allah pasti
dengerin doaku dan akan dimudahkan urusanku. Amin.
Jam 8 kurang udah dicariin dosen pembimbing karena
aku ngajar jam 8 tet. Sempet telat 5 menit gara-gara harus nyiapin segala tetek
bengek lembar penilaian. Wowww,,,rasanya hari itu aku menjadi orang tersibuk
sedunia.
Saatnya beraksiii….. taraaaaaa…. Semua ngalir gitu
ajaa… mahasiswanya lumayan menikmati, entah dia memang tertarik atau mereka
bisa dengar suara hatiku yang bilang “dek,
plisss…aku lagi ujian, mohon partisipasinya yaaa..jangan menyulitkan pliss…aku
cuma minta waktu kalian 100 menittt ajaa.. buat jadi mahasiswaku, jangan banyak
nanya yang bikin aku ga bisa jawab yaa ^,^”
Haha..sepertinya dialogku dalam hati dengan mereka
sukses,!!! Ada sihh yang tanya, tapi Alhamdulillah mampu teratasi. Dann… semua
cerita mengejutkan berakhir sampai disini.
Akhirnyaaa…. Aku merasa menjadi orang paling legaa
seduniaaa… meski ada banyak masukan dari kedua dosen pembimbingku, tapi
seenggaknya aku gak melakukan kesalahan fatal atau salah dalam menjawab
pertanyaan. Ya, begitulah rasanya menjadi seorang pendidik J.
Terkadang ilmu yang kita sampaikan untuk orang lain
memang harus benar-benar kita siapkan. Dan mengkondisikan suasana kelas itu
tidak semudah yang aku bayangkan. Bersyukurlah ketika masih ada kesempatan
menjadi mahasiswa, karena disana kita bisa banyak belajar dari dosen kita yang
keren, yang memang selalu mempersiapkan materi-materi yang luar biasa untuk
kita.
Dan segengting apapun keadaan, sesulit apapun
permasalahan, selama kita punya Tuhan, semua akan berhasil kita lalui. Karena
Tuhan tidak pernah menutup mata dan telinga untuk kita yang selalu membutuhkan
dan mengingat-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar