Senin, 01 Mei 2017

Create



Dan.. kali inii… semua akan menjadi catatan yang luar biasa menyenangkan untuk diceritakan.
Berawal dari sebuah tugas yang diamanahkan institusi kepada mahasiswanya yang harus menjalani kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) Pendidikan. Yapp,!! Dan aku menjadi salah satu dari bagian itu.
Kesan pertama : “wahh…pasti bakal nyenengin bisa langsung ketemu sama mahasiswa bidan dari institusi lain dan bisa bagi-bagi ilmu sama mereka

Pada hari pertama penyerahan ke AKBID
kampusnya bagus yaa…besarr… mahasiswanya kelihatan ramah-ramah… insyaAllah betah.. wkwk (senyum penuh syukur atas nikmat Allah)”
Well…setelah penyerahan gak langsung bisa ngajar disitu, kebetulan ada dua putaran dan aku dapet giliran putaran dua. Jadiii, kembali ke kampus tercinta dulu yokk,!! Nanti kalo udah datang gilirannya baru deh balik lagi kesinii…

________________time flies so fast______________

Tepatnya di tanggal 24 April 2017, adalah hari ditetapkannya putaran dua PKL Pendidikan!!!
Jreeengg…jrengg….

Pake seragam baruuu…horeeee,!!!
Bahagianyaaa…rasanya pengen poto poto mulu, sana sini..
Nah, baiklah…berhubung sudah terjun PKL alias menjadi mahasiswa praktik di sebuah institusi kesehatan, maka kita siap menerima segala tugas yang diberikan. Ada pembagian tanggung jawab untuk setiap mata kuliah.
Dengan modal keberuntungan, aku dapet jatah mengampu mata kuliah Kespro (Kesehatan Reproduksi) dengan pembimbingku seorang dokter wanita yang super keren dan cantik. (semoga cantiknya nular yaa bu, wkwk)
Modal keberuntungan yang kedua adalah… aku dapet jatah mengajar mahasiswa tingkat dua, mahasiswa yang dalam imajinasiku itu mereka sedang seneng-senengnya jadi mahasiswa. Dan yang jelas, aku belum pernah ketemu mereka, belum tahu ruangan mereka, belum paham sistem pembelajaran mereka, dan..masih banyak lagi kata “belum” yang membuat aku butuh persiapan lebih.

Alhasil, pembimbingku yang cantik itu bilang kalau mahasiswa tingkat 2 sebentar lagi akan terjun ke lahan alias praktek di rumah sakit maupun puskesmas. Jadiii… hanya ada 2 kali pertemuanku untuk mengajar di kelas mereka, dan hari pertama aku masuk di kelas mereka, aku harus menyampaikan materi dengan segenap keahlian yang aku miliki. Hoho… rasanya pengen bilang “dok, tidakkah ada kabar yang lebih mengejutkan dari ini?? Rasanya pengen ketawa sambil nangis, hiks..

Pertama masuk kelas, menjadi pusat perhatian (udah pasti), seenggaknya seragam pink (kebanggaan) cukup membuatku sedikit percaya diri karena bisa meyakinkan para mahasiswa bahwa aku adalah mahasiswa praktek yang akan mengajar di kelas mereka. Walaupun aku tahu dalam hati mereka ada sedikit rasa penasaran, rasa kurang percaya, rasa acuh, rasa ingin tahu, dan masih banyak rasa yang ada di pikiran 38 siswa. Langsung saja aku melakukan perkenalan singkat, senyum, sapa, salam, basa basi, masuk materi.. dann…blab bla blaa… selesai.
Ada pertanyaan? Tidak! (Alhamdulillah)
Semua paham? Paham,! (Alhamdulillah..) tugas hari ini kelar, yess,!!!

Dan,,kabar mengejutkan jilid 2, besok adalah hari pertemuan terakhir mata kuliah kespro dan sekaligus materi terakhir. Jadi mau ga mau harus ambil penilaian besok pagi. Rasanya semua aliran darah berhenti sejenak (lebay). Tapi sungguh, ini kabar lebih mengejutkan dari kabar sebelumnya. TT
Pembimbingku bilang, silakan materi disiapkan dari sekarang, bisa cari2 materi di perpus atas, dan dikonsulkan nanti malem lewat email. Dalam keadaan genting, maka penawaran dalam benntuk apapun tidak lagi bisa diterima. Oke, baiklah…semua ada jalan keluarnya. Dengan segera naik ke lantai tiga, nyari tulisan “LIBRARY” yapp,!! Disitulah aku yang  selanjutnya memikirkan apa yang terlebih dulu aku siapkan.
Pertama, hubungin dosen institusiku, kalo besok aku akan penilaian alias ujian praktek mengajar.
Kedua, susun materi apa yang akan disampaiakan.
Ketiga,  pikirkan konsumsi yang pantas untuk dua orang penguji.
Keempat, sistem pembelajaran seperti apa yang akan aku gunakan.
Kelima, semua bakal terlewati, selesaikan dulu satu-satu, jangan semua dipikir jadi satu.

Sampai di kos, searching materi. Udah ada niatan dari awal, malam ini jangan mikirin tidur jam berapa, yang penting semua kelar dulu. Masih ada hari esok. Sesibuk apapun jangan lupa makan, sholat, mandi, mandi itu penting demi kenyamanan, wkwk. Boleh serius tapi jangan spanneng, hadapi aja sambil senyum-senyum, nyanyi-nyanyi, dengerin musik. Dannn…malam semakin larut, materi belum kelar juga, email pun belum terkirim. Konsul materi besok pagi aja lah.. ngajarnya improve, yang penting siswanya paham (kali ini aku menjadi cewek yang berusaha mikir super simple, ga seperti biasanya yang serba ribet).

Paginyaaa…. segenting apapun keadaan karena udah menjadi rutinitas tak sempetin sholat dhuha dulu, karena disitu Allah pasti dengerin doaku dan akan dimudahkan urusanku. Amin.
Jam 8 kurang udah dicariin dosen pembimbing karena aku ngajar jam 8 tet. Sempet telat 5 menit gara-gara harus nyiapin segala tetek bengek lembar penilaian. Wowww,,,rasanya hari itu aku menjadi orang tersibuk sedunia.

Saatnya beraksiii….. taraaaaaa…. Semua ngalir gitu ajaa… mahasiswanya lumayan menikmati, entah dia memang tertarik atau mereka bisa dengar suara hatiku yang bilang “dek, plisss…aku lagi ujian, mohon partisipasinya yaaa..jangan menyulitkan pliss…aku cuma minta waktu kalian 100 menittt ajaa.. buat jadi mahasiswaku, jangan banyak nanya yang bikin aku ga bisa jawab yaa ^,^

Haha..sepertinya dialogku dalam hati dengan mereka sukses,!!! Ada sihh yang tanya, tapi Alhamdulillah mampu teratasi. Dann… semua cerita mengejutkan berakhir sampai disini.
Akhirnyaaa…. Aku merasa menjadi orang paling legaa seduniaaa… meski ada banyak masukan dari kedua dosen pembimbingku, tapi seenggaknya aku gak melakukan kesalahan fatal atau salah dalam menjawab pertanyaan. Ya, begitulah rasanya menjadi seorang pendidik J.

Terkadang ilmu yang kita sampaikan untuk orang lain memang harus benar-benar kita siapkan. Dan mengkondisikan suasana kelas itu tidak semudah yang aku bayangkan. Bersyukurlah ketika masih ada kesempatan menjadi mahasiswa, karena disana kita bisa banyak belajar dari dosen kita yang keren, yang memang selalu mempersiapkan materi-materi yang luar biasa untuk kita.

Dan segengting apapun keadaan, sesulit apapun permasalahan, selama kita punya Tuhan, semua akan berhasil kita lalui. Karena Tuhan tidak pernah menutup mata dan telinga untuk kita yang selalu membutuhkan dan mengingat-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar