Minggu, 30 Juli 2017

T I M E



Perjalanan itu telah mencapai pada salah satu persinggahan. Bersama waktu yang tak pernah terburu buru.

Kita yang akan selalu mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Dari setiap perjuangan, dari setiap impian. Mencapai pada titik ini, membuatku sadar, betapa kesempatan luar biasa telah memberikan aku penawaran untuk tumbuh menjadi orang dewasa. Orang yang mampu berkata benar, mengatakan yang sebaiknya dikatakan dan melupakan yang tidak perlu ada dalam ingatan.

Pilihan yang menyulitkan adalah ketika  ada perasaan lain yang berusaha kita libatkan. Memberikan penawaran dengan dua pilihan yang sudah jelas tergambar alasannya. Pilihan itu adalah “YA” dan “TIDAK”. Membuat semua konsekuensi menjadi tanggung jawab kita. 

Waktu tidak pernah terburu-buru, namun manusia lebih sering memburu waktu. Banyak dari mereka bermusuhan dengan waktu, membuang-buang waktu, dan mengabaikan waktu. Percayalah, orang dewasa yang baik itu adalah ia yang mampu berjalan beriringan dengan waktunya, yang menghargai waktunya, yang selalu mengingat waktunya.

Jika memang waktu adalah teman, maka gunakanlah untuk hal yang menyenangkan. Walaupun kadang waktu memberikan penawaran, terimalah dengan kesiapan. Karena manusia akan bersedih pada waktunya dan akan bahagia pada saatnya.
Berbagi kebahagiaan.
Yookk, bagi-bagi kebahagian dengan mereka. Berbagi bahagia lho bukan menceritakan kebahagiaan. Karena berbagi itu indah, walaupun hanya dengan sebuah memo atau kalimat sederhana. Ketika kita menjadi Subjek, maka tempatkan mereka sebagai Objek bukan Keterangan. Libatkan mereka dalam alasan bukan sekedar figuran. Waktu adalah teman, waktu adalah orang tersayang dan waktu adalah keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar