Perjalanan itu telah mencapai pada salah satu persinggahan. Bersama
waktu yang tak pernah terburu buru.
Kita yang akan selalu mengambil pelajaran dari setiap
kejadian. Dari setiap perjuangan, dari setiap impian. Mencapai pada titik ini,
membuatku sadar, betapa kesempatan luar biasa telah memberikan aku penawaran
untuk tumbuh menjadi orang dewasa. Orang yang mampu berkata benar, mengatakan
yang sebaiknya dikatakan dan melupakan yang tidak perlu ada dalam ingatan.
Pilihan yang menyulitkan adalah ketika ada perasaan lain yang berusaha kita
libatkan. Memberikan penawaran dengan dua pilihan yang sudah jelas tergambar
alasannya. Pilihan itu adalah “YA” dan “TIDAK”. Membuat semua konsekuensi
menjadi tanggung jawab kita.
Waktu tidak pernah terburu-buru, namun manusia lebih sering
memburu waktu. Banyak dari mereka bermusuhan dengan waktu, membuang-buang
waktu, dan mengabaikan waktu. Percayalah, orang dewasa yang baik itu adalah ia
yang mampu berjalan beriringan dengan waktunya, yang menghargai waktunya, yang
selalu mengingat waktunya.
Jika memang waktu adalah teman, maka gunakanlah untuk hal
yang menyenangkan. Walaupun kadang waktu memberikan penawaran, terimalah dengan
kesiapan. Karena manusia akan bersedih pada waktunya dan akan bahagia pada
saatnya.
Berbagi kebahagiaan.
Yookk, bagi-bagi kebahagian dengan mereka. Berbagi bahagia
lho bukan menceritakan kebahagiaan. Karena berbagi itu indah, walaupun hanya
dengan sebuah memo atau kalimat sederhana. Ketika kita menjadi Subjek, maka
tempatkan mereka sebagai Objek bukan Keterangan. Libatkan mereka dalam alasan
bukan sekedar figuran. Waktu adalah teman, waktu adalah orang tersayang dan
waktu adalah keluarga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar