Ada banyak cerita yang
tersimpan rapi dan ada banyak cerita yang dikenang sunyi.
Ada banyak harapan yang tak tersalurkan namun ada banyak
mimpi yang menjadi nyata.
Begitulah esensi hidup yang setiap langkah menghampiri.
Aku
tidak akan mampu berjalan jika aku tidak berusaha berdiri
Namun aku akan
berlari jika aku telah cukup lama berjalan.
Apa yang terlihat tidak selamanya benar, apa yang ada tidak
selamanya nyata.
Ketika jalan hidup telah digariskan, maka akan kita lalui
sesuai arah perjalanan. Dan ketika ada jalan orang lain yang berusaha kita
lewati, maka kita akan tersesat dan buta arah. Setiap orang memiliki
perjalanan yang berbeda, sesuai dengan takdirnya. Karenanya, setiap orang
memiliki cara tersendiri bagaimana akan membuat takdir itu semakin dekat atau justru
semakin jauh, mereka hanya mampu berusaha.
Yang kita miliki akan selalu kurang, karena sejatinya
manusia mempunyai rasa ingin mencapai apa yang belum dimiliki. Hal itu yang
kadang membuat lupa pada rasa syukur. Tidak semua orang paham dengan porsinya, karena
yang dipahami adalah naluri untuk terlihat lebih baik dari yang orang lain
pikirkan. Jika memang hal itu yang
selalu tertanam dalam diri, maka akan datang masalah baru yang menyulitkan. Karena
yang kita lewati adalah jalan hidup orang lain bukan jalan hidup kita.
“aku tersenyum girang
ketika aku menikmati angin sore yang membawaku kembali mengingat masa dimana
aku masih senang berlari menangkap kupu-kupu. Aku merasakan kedamaian ketika
aku terlepas dari segala beban tugas dan menikmati akhir pekan dengan buku cerita
sederhana yang aku baca. Begitulah caraku memudahkan hidupku dengan jalanku,
bukan melalui jalan orang lain yang tidak sesuai dengan porsiku”













