Minggu, 18 November 2018

Pensil dan Penghapus



Ada hati yang setia menunggu kepastian
Membiarkan rasa bersilih menjadi makna
Dalam waktu yang tak diketahui ujungnya
Hingga kesekian kalinya, senja datang tanpa dinantikan
Karena diri yang mulai lupa dengan harapan
Datangnya sebuah jawaban.

“karena pada setiap perjalanan hidupku, akan ada banyak warna yang menghiasi. Menjelma menjadi rasa yang aku resapi. Aku tidak tahu bagaimana nantinya cerita itu mencapai bagian inti. Karena disini aku masih menunggu jawaban. Jawaban akan sebuah persoalan maupun sebuah pertanyaan.”

Kontradiksi dalam diri membuat rasa malu menjadi ragu
Tidak perlu bersembunyi untuk menjaga mimpi
Karena hidup akan berjalan meskipun jiwa memilih diam
Tersenyumlah dengan penuh kedamaian
Karena jawaban tidak pernah datang di awal
Namun keikhlasan mungkin datang pada setiap bagian

"kita tidak pernah tau jawbannya, sebelum kita menemukan persoalannya. Mungkin ada di suatu hariku menjadi bagian dari penantianmu. Meskipun hanya untuk meminjamkan pensil atau penghapus. Yang akan kamu gunakan untuk menulis cerita bahagiamu atau menghapus pengalaman burukmu. Namun, aku selalu berusaha memahami persoalan, entah hanya meminjamkan atau bahkan memberikan harus ada keikhlasan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar