Lama rasanya aku tak menyentuhkan jari-jariku pada keyboard laptop. Hari ini Rabu, 26 Januari 2022.
Note's
Selasa, 25 Januari 2022
"Yaudah...."
Senin, 24 Agustus 2020
Sampai Jumpa!
Aku tidak paham darimana asalmu
Saat bisikan lirih berkata dengan lembut
Memerintahku segera melebarkan senyum
Tiba-tiba aku melihat matamu membulat
Dan terjadi dialog dalam sekejap, meski tanpa suara, kita menyimpulkan hal yang sama
"Terkadang, semua kejadian itu bagian dari rencana. Perjumpaan kita seperti kejutan. Kita saling tertahan untuk menyampaikan. Pesanku, semoga kamu paham. Pesanmu, semoga aku paham"
Hari esok adalah kenyataan
Bahwa aku tidak mampu masuk lebih dalam
Meski kamu berusaha menyembunyikan, aku masih bisa mendengar.
Ucapan lirih yang kamu sampaikan. Seketika hatimu berkata "sampai jumpa!" bukan "selamat tinggal"
Akupun melebarakan senyum dan melangkah pergi "sampai jumpa kembali, kawan!"
Minggu, 29 Maret 2020
hari esok
Setiap tulisan yang dibaca, ada pesan yang ingin
tersampaikan.
“Aku adalah pembaca yang baik, pada setiap adegan hidup yang
belum aku mengerti. Ingin aku tahu, kisah apa lagi yang akan terjadi untukku
esok hari. Ingin aku menjalankan peran lebih baik lagi, dari peran yang aku
mainkan sekarang. Perjalanan hari ini membuatku lelah, aku menemukan banyak
jalan yang rusak dan belum diperbaiki. Kanan kiri jalan hanyalah hutan dipenuhi
pepohonan yang gelap. Jika esok hari cerita itu sama, maka aku akan memilih
jalan lain dengan pemandangan yang lebih indah. Itulah tujuanku, membaca
terlebih dahulu adegan apa yang akan aku perankan esok.”
Tidak semua yang buruk terjadi sekarang, akan berujung lebih
buruk.
Karena dibalik perjalanan melelahkan pasti ada tujuan yang ingin
kita capai.
Meski hanya untuk sekedar menghirup udara segar
Atau untuk melihat pemandangan alam dari atas bukit.
Bahagia itu bisa kita ciptakan, dengan tema yang bisa kita
tentukan.
Berlatihlah memaknai perjalanan, menikmati setiap kejadian, fokus
pada apa yang telah menjadi tujuan.
Jangan mudah beralih, jika memang belum menemukan jawaban.
Waktu yang akan
memberikan penghargaan untuk jiwa yang senantiasa sabar.
Senin, 16 Maret 2020
Ever
Pada setiap hati yang pernah tersenyum
Hidup ini tidak terkenang dalam satu rasa.
Kita akan tertawa, merasakan indahnya bahagia.
Kita akan menyesal, mengenang kesalahan yang tidak seharusnya
kita lakukan.
Untuk sebuah hati yang pernah bahagia, percayalah kebahagiaan
itu tidak jauh. Dia akan semakin dekat, dan semakin dekat. Jika kamu mampu menggenggamnya
erat, tanpa menyesali kesalahan yang pernah terjadi. Bersedihlah untuk waktu yang sebentar, dan kenanglah sebagai
pembelajaran, bukan penyesalan.
Seketika aku membuka catatan dalam memori otak yang
tersimpan,
“aku masih tersenyum setiap kali aku mengingat apa yang
pernah terjadi di masa lampau. Saat dimana aku menghabiskan waktu tanpa aku
menyesali apa yang aku lewati. Di waktu itu, setiap harinya aku menantikan esok akan datang lagi. Aku selalu bermain hingga petang. Dan mendengar teriakan seorang wanita
yang memintaku segera pulang. Ya, itulah momen di saat umurku 10 tahun.
Sekarang cerita itu berbeda, momen itu tak dapat kuulang,
karena aku tak lagi bermain hingga petang, dan tak lagi mendengar terikan seseorang
untuk memintaku pulang. Tapi aku merasakan, ada doa baik untuk setiap
perjalanan hidupku. Doa seorang ibu.”
Jumat, 11 Oktober 2019
Catatan Lama
Ketika rasa lelahmu tak kunjung usai,
Bukalah catatan lama
Masih ingat kan, saat jari mungilmu merangkai harap?
Dengan berdebar, penuh semangat
Kamu berusaha menyusun mimpi dengan pasti,
tanpa ada rasa lelah, tanpa ada rasa sakit
Kini separuh jalan telah berhasil kamu lalui
Masih saja "rasa lelah" membuatmu enggan melangkah
Bukalah kembali, catatan lamamu
Mungkin saja kamu lupa
Ada kalimat tersusun rapi
Yang telah terjadi hingga hari ini
Mungkin besok akan kamu lalui kembali
Sebaris kalimat yang pernah menjadi tulisan
Percayalah, semua baik-baik saja
Karena lelah itu adalah bunga dalam sebuah perjuangan,
yang perlahan menjadi tabungan untuk mencapai keberhasilan
Bukalah catatan lama
Masih ingat kan, saat jari mungilmu merangkai harap?
Dengan berdebar, penuh semangat
Kamu berusaha menyusun mimpi dengan pasti,
tanpa ada rasa lelah, tanpa ada rasa sakit
Kini separuh jalan telah berhasil kamu lalui
Masih saja "rasa lelah" membuatmu enggan melangkah
Bukalah kembali, catatan lamamu
Mungkin saja kamu lupa
Ada kalimat tersusun rapi
Yang telah terjadi hingga hari ini
Mungkin besok akan kamu lalui kembali
Sebaris kalimat yang pernah menjadi tulisan
Percayalah, semua baik-baik saja
Karena lelah itu adalah bunga dalam sebuah perjuangan,
yang perlahan menjadi tabungan untuk mencapai keberhasilan
Minggu, 30 Juni 2019
Sama(r)
Bersama jingga mereka berbagi cerita
Membawakan tawa untuk hati yang pernah luka
Tidak berharap ada celah dalam setiap rasa
Aku menjadi aku, dengan buku berdebu.
Tidak sedang menantikan hal baru, tapi menyambut yang pernah singgah
Dengan cara berbeda
Ada banyak rerumputan yang berbunga. Jika saja aku tau namanya aku tidak akan menyebutnya rumput. Sebagian orang melewatkan, sebagian memperhatikan. Untuk waktu sebentar mereka saling menyapa kemudian berlama lama diam.
Rabu, 08 Mei 2019
Masa
Bertanya kabar, berbalas senyum
Jika tidak sekarang, mungkin lain waktu
Saat kesempatan datang, memberikan penawaran
Meskipun tidak dengan cerita yang sama
Ada banyak hal yang menjadi penantian
Untuk sama-sama tahu
Bahwa perjumpaan itu
Tidak selalu karena rindu
Ada yang terpilih ada yang terkorbankan
Yang kita perjuangkan tidak selalu diam
Maka tetaplah menjadi alasan
Untuk setiap cerita kebahagiaan.
“bersama pagi, kamu
mengawali cerita baru. jika bukan hari ini, maka kamu akan berjumpa dengan hal
lain untuk mengisi alenia baru pada cerita bahagiamu. Karena sebenarnya, tema
bahagia bisa kamu tentukan. Dan kamu masih akan tersenyum setiap kali mengingat banyak
hal dalam catatan lamamu.”
Langganan:
Komentar (Atom)




