Selasa, 25 Januari 2022

"Yaudah...."


Lama rasanya aku tak menyentuhkan jari-jariku pada keyboard laptop. Hari ini Rabu, 26 Januari 2022.


Yaa… tahun pun telah berganti. Hidupku banyak berubah, aku pun semakin bertumbuh. Usiaku yang tak lagi muda, aku yang terus saja introspeksi diri. Introspeksi diri atau mengkorelasi diri? Susah memang. Usia yang harusnya sudah matang ini, masih sering terbelenggu dengan mengkorelasikan diri. Tidak perlu melihat orang lain sebagai tolak ukur. Karena skalanya sudah jelas berbeda. Cukup pahami dan perdalam potensi diri, tentukan arahnya, mau dibawa lurus, belok, atau menanjak. Cukup fokuskan saja, bersikaplah “yaudah sih..” pada mereka yang membuatmu insecure. Hidup tidak melulu tentang pencapaian prestasi, bisa juga tentang problem solving. Justru itu kuncinya, semakin mudah kamu mengatasi masalahmu, semakin bahagia hidupmu. Bukan melulu tentang apa yang kamu raih, tapi tentang bagaimana kamu menyelesaikan masalah-masalah dalam mencapai ujungnya. Tuhan lebih tahu yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. Mulailah bersikap “yaudahhh” pada diri sendiri dan bersyukur pastinya. 

Senin, 24 Agustus 2020

Sampai Jumpa!



Aku tidak paham darimana asalmu

Saat bisikan lirih berkata dengan lembut

Memerintahku segera melebarkan senyum

Tiba-tiba aku melihat matamu membulat

Dan terjadi dialog dalam sekejap, meski tanpa suara, kita menyimpulkan hal yang sama

"Terkadang, semua kejadian itu bagian dari rencana. Perjumpaan kita seperti kejutan. Kita saling tertahan untuk menyampaikan. Pesanku, semoga kamu paham. Pesanmu, semoga aku paham"

Hari esok adalah kenyataan

Bahwa aku tidak mampu masuk lebih dalam

Meski kamu berusaha menyembunyikan, aku masih bisa mendengar.

Ucapan lirih yang kamu sampaikan. Seketika hatimu berkata "sampai jumpa!" bukan "selamat tinggal"

Akupun melebarakan senyum dan melangkah pergi "sampai jumpa kembali, kawan!"

Minggu, 29 Maret 2020

hari esok



Setiap tulisan yang dibaca, ada pesan yang ingin tersampaikan.

Aku adalah pembaca yang baik, pada setiap adegan hidup yang belum aku mengerti. Ingin aku tahu, kisah apa lagi yang akan terjadi untukku esok hari. Ingin aku menjalankan peran lebih baik lagi, dari peran yang aku mainkan sekarang. Perjalanan hari ini membuatku lelah, aku menemukan banyak jalan yang rusak dan belum diperbaiki. Kanan kiri jalan hanyalah hutan dipenuhi pepohonan yang gelap. Jika esok hari cerita itu sama, maka aku akan memilih jalan lain dengan pemandangan yang lebih indah. Itulah tujuanku, membaca terlebih dahulu adegan apa yang akan aku perankan esok.


Tidak semua yang buruk terjadi sekarang, akan berujung lebih buruk.
Karena dibalik perjalanan melelahkan pasti ada tujuan yang ingin kita capai.
Meski hanya untuk sekedar menghirup udara segar
Atau untuk melihat pemandangan alam dari atas bukit.
Bahagia itu bisa kita ciptakan, dengan tema yang bisa kita tentukan.
Berlatihlah memaknai perjalanan, menikmati setiap kejadian, fokus pada apa yang telah menjadi tujuan.
Jangan mudah beralih, jika memang belum menemukan jawaban.
Waktu yang  akan memberikan penghargaan untuk jiwa yang senantiasa sabar.

Senin, 16 Maret 2020

Ever



Pada setiap hati yang pernah tersenyum
Untuk setiap hati yang pernah merasakan luka.
Hidup ini tidak terkenang dalam satu rasa.
Kita akan tertawa, merasakan indahnya bahagia.
Kita akan menyesal, mengenang kesalahan yang tidak seharusnya kita lakukan.

Untuk sebuah hati yang pernah bahagia, percayalah kebahagiaan itu tidak jauh. Dia akan semakin dekat, dan semakin dekat. Jika kamu mampu menggenggamnya erat, tanpa menyesali kesalahan yang pernah terjadi. Bersedihlah untuk waktu yang sebentar, dan kenanglah sebagai pembelajaran, bukan penyesalan.

Seketika aku membuka catatan dalam memori otak yang tersimpan, 

“aku masih tersenyum setiap kali aku mengingat apa yang pernah terjadi di masa lampau. Saat dimana aku menghabiskan waktu tanpa aku menyesali apa yang aku lewati. Di waktu itu, setiap harinya aku menantikan esok akan datang lagi. Aku selalu bermain hingga petang. Dan mendengar teriakan seorang wanita yang memintaku segera pulang. Ya, itulah momen di saat umurku 10 tahun.
Sekarang cerita itu berbeda, momen itu tak dapat kuulang, karena aku tak lagi bermain hingga petang, dan tak lagi mendengar terikan seseorang untuk memintaku pulang. Tapi aku merasakan, ada doa baik untuk setiap perjalanan hidupku. Doa seorang ibu.”

Jumat, 11 Oktober 2019

Catatan Lama

Ketika rasa lelahmu tak kunjung usai,
Bukalah catatan lama
Masih ingat kan, saat jari mungilmu merangkai harap?
Dengan berdebar, penuh semangat
Kamu berusaha menyusun mimpi dengan pasti,
tanpa ada rasa lelah, tanpa ada rasa sakit
Kini separuh jalan telah berhasil kamu lalui
Masih saja "rasa lelah" membuatmu enggan melangkah

Bukalah kembali, catatan lamamu
Mungkin saja kamu lupa
Ada kalimat tersusun rapi
Yang telah terjadi hingga hari ini
Mungkin besok akan kamu lalui kembali
Sebaris kalimat yang pernah menjadi tulisan

Percayalah, semua baik-baik saja
Karena lelah itu adalah bunga dalam sebuah perjuangan,
yang perlahan menjadi tabungan untuk mencapai keberhasilan

Minggu, 30 Juni 2019

Sama(r)


Bersama jingga mereka berbagi cerita
Membawakan tawa untuk hati yang pernah luka
Tidak berharap ada celah dalam setiap rasa

Aku menjadi aku, dengan buku berdebu.
Tidak sedang menantikan hal baru, tapi menyambut yang pernah singgah
Dengan cara berbeda

Ada banyak rerumputan yang berbunga. Jika saja aku tau namanya aku tidak akan menyebutnya rumput. Sebagian orang melewatkan, sebagian memperhatikan. Untuk waktu sebentar mereka saling menyapa kemudian berlama lama diam.

Rabu, 08 Mei 2019

Masa




Ada masanya untuk kita bertegur sapa
Bertanya kabar, berbalas senyum
Jika tidak sekarang, mungkin lain waktu

Saat kesempatan datang, memberikan penawaran
Meskipun tidak dengan cerita yang sama
Ada banyak hal yang menjadi penantian
Untuk sama-sama tahu
Bahwa perjumpaan itu
Tidak selalu karena rindu

Ada yang terpilih ada yang terkorbankan
Yang kita perjuangkan tidak selalu diam
Maka tetaplah menjadi alasan
Untuk setiap cerita kebahagiaan.

bersama pagi, kamu mengawali cerita baru. jika bukan hari ini, maka kamu akan berjumpa dengan hal lain untuk mengisi alenia baru pada cerita bahagiamu. Karena sebenarnya, tema bahagia bisa kamu tentukan. Dan kamu masih  akan tersenyum setiap kali mengingat banyak hal dalam catatan lamamu.”