Bukan perasaan kehilangan bukan pula perasaan sedih ataupun
duka. Kehilangan harapan terlalu sulit diartikan. Karena setiap orang memiliki
cara tersendiri yang luar biasa untuk menghadapinya.
Tapi pada umumnya, mereka yang terlalu banyak berharap hanya
akan terlalu banyak dikecewaan. Jadi, janganlah banyak berharap, berharaplah
pada Dia pemberi harapan yang pasti. Saat hati mulai menentukan harapannya,
aturlah pikiran menjadi lebih realistis. Ketika hati dan pikiran mengalami
tahap sinkronisasi maka dengan mudahnya harapan itu menjadi jelas ada di depan
kita. bertahanlah untuk tetap membuatnya terlihat jelas. Karena tidak semua
harapan akan mampu bertahan dalam kejelasan.
“dan ketika aku mulai
melangkahkan kaki kecil ini menuju harapan, harapan itu justru semakin jauh,
dan semakin cepat aku melangkah, aku semakin merasa lelah, aku berhenti
sejenak, aku mengamati dan memikirkan kembali, bukan harapan itu yang sebaiknya
aku tuju, karena yang terlihat hanyalah keindahan bukan kepastian, aku
membalikkan arah, dan disana aku melihat dengan jelas sebuah harapan yang
tersenyum menyapa, aku mendekatinya tanpa harus berlari atau merasa begitu
lelah, dan sekarang aku menyadari harapan yang sebenarnya adalah harapan yang
tidak akan pernah lari dari kita, akan senantiasa menunggu keikhlasan hati kita.....hingga
tiba saatnya harapan itu tercapai”
Lari dari kenyataan. Sebagian orang memilih lari dari
kenyataan karena satu alasan, takut untuk kehilangan harapan. Sebenarnya,
kehilangan harapan hanya untuk mereka yang terlalu berlebihan dalam berharap. Semua
telah ada aturan dan porsinya masing-masing, maka berusahalah mengikuti aturan
yang ada dan sesuai dengan porsinya, bukan untuk dilanggar maupun
dilebih-lebihkan.
Hilang bukan untuk kembali namun hilang untuk tergantikan. Saat
semua tidak lagi bersahabat dengan hati dan pikiran, bersahabatlah dengan Dia
yang mengatur kehidupan. Karena akan ada hari indah di setiap rasa ikhlas yang
telah dikorbankan.
Untuk harapan yang senantiasa terlihat jelas, tetaplah
berharap dan mendekat perlahan dengan keikhlasan. Janganlah berharap pada hal
yang terlihat indah dan semakin menjauh. Jika memang ada saatnya mengalami
kehilangan, maka akan ada rencana indah yang telah tersiapkan dengan rapi.
Penyesalan bukan larangan, namun penyesalan adalah
pembelajaran. Menyesallah selama itu akan membuat kita belajar mengartikan
kesalahan dan memikirkan perbaikan.
(^_^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar