Apa yang terlintas atau yang menari-nari di otak anda saat
mendengar kata “teman imajinasi”?
Pasti imajinasi kamu kemana-mana.. :D (sok tau)
Teman imajinasi itu, teman yang selalu muncul dalam
imajinasi yang (bisa jadi) aku ciptakan sendiri namun terkadang dia pun akan
muncul menjadi hal nyata. (hiehie)
Jadi,,,teman imajinasiku itu bukanlah teman yang hanya hidup
dalam imajinasiku yang aku sendiri tidak akan tahu kapan akan bertemu
dengannya.
Kalaupun akan disebut sebagai teman layaknya teman-teman
yang ada di sekitarku pada umumnya dan layaknya orang-orang yang ada di
sekelilingku pada kenyataannya juga sulit (kata-katane mbulett...maaf)
Soo...teman imajinasi adalah teman yang sulit
terdefinisikan.
And...up to you akan menyebutnya apa,..may be you can call
it monster, hantu, pet, atau bahkan pasangan, pacar, teman sejati, teman
sesaat, cinta sejati, cinta sesaat...atau yang paling ngena ituuu teman hidup
(ceilaah,,,baper kelas akut) :D
Well...kembali dengan penataan kalimat sederhana yang
membingungkan dan tak penuh makna.
Apa yang aku tuliskan bisa disebut fiktif or non fiktif. Terserah
sudut pandang pembacanya kok (baik kaann.. ;))
Bukanlah sebuah hal terencana yang mana semua mengalir
dengan sederhana tanpa rekayasa.
Hati ini tidak mengatakan tentang cinta, tapi hati ini
mengatakan “menetaplah”. Sulit memang, karena imajinasi tidak selamanya
beriringan dengan realita.
Dan tiba-tiba hadir membawa cerita baru layaknya cerita
dongeng yang selalu berakhir dengan indah. Mungkin tidak juga disebut sebagai “pertemuan”
karena “perpisahan” itu tidak terlintas dalam angan dan pikran.
Permasalahan yang muncul bukan atas dasar perbedaan atau
ketidaksenangan pihak terlibat. Namun “imajinasi” butuh penyesuaian. Mungkin semacam
siluet senja dan peranakannya, selalu terlihat indah dan dirindukan bagi yang
sempat menikmatinya.
(Tanpa) disadari, imajinasi membuat lebih nyaman tapi sulit
dirasakan. Karena sesungguhnya dalam imajinasi itu bagaikan cerita novel yang
setiap pembaca menggambarkan peran dan latar cerita dengan kreativitasnya
masing-masing.
Teman imajinasi adalah “dia” yang penuh dengan teka teki dan
penggambarannya tak mampu terefleksikan dengan sempurna.
Karena teman imajinasi adalah dia yang tak mampu
mengungkapkan dan hanya akan hadir kata atau kalimat perwakilan. Semua akan
terjawab saat realita memaksakan dia terlibat di dalamnya.
Teman imajinasi adalah pendengar yang baik, tanpa
memperdulikan penting tidaknya akan kalimat yang terdengar. Walalupun entah
sampai kapan imajinasi itu akan menjadi nyata. Semua telah menjadi skenario
yang rapi dan indah pada akhirnya.
Teman imajinasi adalah dia yang tak terlihat namun selalu
ada menjadi sebuah imajinasi terbaik.
Keberadaan yang sulit ditemukan pada kenyataan, namun aku
menemukan (hal yang tidak dihadirkan oleh mereka). Dan yang selalu ada dalam
imajinasi, menetaplah disana, menjadi imajinasi terbaik, meskipun ada skenario
yang lebih menarik, jangan tinggalkan peranmu dalam imajinasiku.
Sampai keadaan membuatmu terlihat nyata.. ^_^
ciwiwimwiwiw
BalasHapus