Minggu, 03 Januari 2016

Teman Imajinasi



Apa yang terlintas atau yang menari-nari di otak anda saat mendengar kata “teman imajinasi”?
Pasti imajinasi kamu kemana-mana.. :D (sok tau)

Teman imajinasi itu, teman yang selalu muncul dalam imajinasi yang (bisa jadi) aku ciptakan sendiri namun terkadang dia pun akan muncul menjadi hal nyata. (hiehie)
Jadi,,,teman imajinasiku itu bukanlah teman yang hanya hidup dalam imajinasiku yang aku sendiri tidak akan tahu kapan akan bertemu dengannya.
Kalaupun akan disebut sebagai teman layaknya teman-teman yang ada di sekitarku pada umumnya dan layaknya orang-orang yang ada di sekelilingku pada kenyataannya juga sulit (kata-katane mbulett...maaf)
Soo...teman imajinasi adalah teman yang sulit terdefinisikan.
And...up to you akan menyebutnya apa,..may be you can call it monster, hantu, pet, atau bahkan pasangan, pacar, teman sejati, teman sesaat, cinta sejati, cinta sesaat...atau yang paling ngena ituuu teman hidup (ceilaah,,,baper kelas akut) :D

Well...kembali dengan penataan kalimat sederhana yang membingungkan dan tak penuh makna.
Apa yang aku tuliskan bisa disebut fiktif or non fiktif. Terserah sudut pandang pembacanya kok (baik kaann.. ;))

Bukanlah sebuah hal terencana yang mana semua mengalir dengan sederhana tanpa rekayasa.
Hati ini tidak mengatakan tentang cinta, tapi hati ini mengatakan “menetaplah”. Sulit memang, karena imajinasi tidak selamanya beriringan dengan realita.
Dan tiba-tiba hadir membawa cerita baru layaknya cerita dongeng yang selalu berakhir dengan indah. Mungkin tidak juga disebut sebagai “pertemuan” karena “perpisahan” itu tidak terlintas dalam angan dan pikran.
Permasalahan yang muncul bukan atas dasar perbedaan atau ketidaksenangan pihak terlibat. Namun “imajinasi” butuh penyesuaian. Mungkin semacam siluet senja dan peranakannya, selalu terlihat indah dan dirindukan bagi yang sempat menikmatinya.
(Tanpa) disadari, imajinasi membuat lebih nyaman tapi sulit dirasakan. Karena sesungguhnya dalam imajinasi itu bagaikan cerita novel yang setiap pembaca menggambarkan peran dan latar cerita dengan kreativitasnya masing-masing.
Teman imajinasi adalah “dia” yang penuh dengan teka teki dan penggambarannya tak mampu terefleksikan dengan sempurna.
Karena teman imajinasi adalah dia yang tak mampu mengungkapkan dan hanya akan hadir kata atau kalimat perwakilan. Semua akan terjawab saat realita memaksakan dia terlibat di dalamnya.
Teman imajinasi adalah pendengar yang baik, tanpa memperdulikan penting tidaknya akan kalimat yang terdengar. Walalupun entah sampai kapan imajinasi itu akan menjadi nyata. Semua telah menjadi skenario yang rapi dan indah pada akhirnya.

Teman imajinasi adalah dia yang tak terlihat namun selalu ada menjadi sebuah imajinasi terbaik. 
Keberadaan yang sulit ditemukan pada kenyataan, namun aku menemukan (hal yang tidak dihadirkan oleh mereka). Dan yang selalu ada dalam imajinasi, menetaplah disana, menjadi imajinasi terbaik, meskipun ada skenario yang lebih menarik, jangan tinggalkan peranmu dalam imajinasiku.
Sampai keadaan membuatmu terlihat nyata.. ^_^

1 komentar: