Sabtu, 25 Juni 2016

rencana, usaha, doa

Kapan lagi kalau bukan sekarang?? iyapp,!! Saatnya memulai segala perencanaan dengan rapi. Tidak harus berhasil, yang penting do it well,.. *ting ting...

Sejauh ini, belum banyak hal luar biasa yang bisa dilakukan tapi banyakkk sekali rentetan rencana luar biasaaa... mungkin belum waktunya atau keberanian hebatnya belum muncul... semoga segeraaa... aamiin(ngarep) :D


Mengubah mimpi menjadi rutinitas, bukan hal sulit tapi hal yang rumit. Rutinitas yang tidak biasa dilakukan dengan terpaksa harus diadakan akan membuat segala agenda terjadwal berantakan, dan butuh manajemen canggih.. yaa... seperti itulah. Bisa dibuat sederhana, namun tidak untuk disepelekan.

 
Rencanakanlah...

Semua berawal dari rencana, perencanaan yang matang dan maksimal. Tersusun rapi, seperti barisan bebek mungkin, dan strategis, layaknya membaca novel di bawah pohon beringin dengan semilir angin surga di pagi hari dalam suasana yang sangat tenang dan damai. Masih dengan sisa embun pagi dan sentuhan hangat matahari pagi yang tak pernah datang terlambat ataupun lebih cepat. Baiklah...rencana yang rapi, rencana terbaik dan rencana realistis. Itu yang menjadi hal utama dalam tindakan. Setelah itu..saatnya bekerja sama dengan otak dan pemikiran hebat. Semua akan terkoordinir sesuai dengan pemrograman.

Berusahalah...

Well...usaha terbaik dari rencana hebat. Saatnya bertindak bukan hanya berpikir atau berangan-angan. Ketika tepat sudah rencana yang ada dalam pikiran, maka saatnya berusaha mendapat hasil yang keren. Usaha bukan hanya dalam kata, tindakan, namun usaha yang diimbangi dengan hati yang ikhlas. Inilah yang sering lupa, keikhlasan hati. Mungkin bukan menjadi prioritas utama, namun ketika keikhlasan tidak pernah ada, maka usaha yang dilakukan akan terkesan palsu. Karena kejujuran hati bukan untuk ditutupi atau dimanipulasi.

Berdoalah...

Ketika rencana dan usaha telah mencapai pada titik pemahaman, maka saatnya berdoa. Berdoa pada Dia pemberi keputusan terbaik. Dia Yang Maha Tahu, tahu akan segala kebutuhan kita, melebihi teman dekat atau bahkan orang tua kita. Berdoa untuk meminta petunjuk, untuk meminta kemudahan dan untuk keberhasilan. Dan tanpa permohonan itu, maka hati akan berkata “sombong”. Karena sebenarnya, takdir dekat dengan mereka yang mau berusaha dan berdoa.

Jika saatnya nanti takdir “mengiyakan” segala mimpi itu, maka aku akan tersenyum.. bersama mereka yang memiliki harapan sama, entah aku pernah tahu sebelumnya atau bahkan tidak sama sekali. Dan akan tetap menjadi rahasia dalam catatan. Be happy... ^,^

Jumat, 24 Juni 2016

friendship





Bahagia itu banyak ragamnya... dan untuk kali ini bahagia itu cukup dengan berpose unyu-unyu depan camera bersama dengan orang-orang yang senantiasa dekat dengan kita, yang tahu segala baik buruk kita dan yang mengenal kita dari keunikan terpendam kita.. wkwkwk




Baiklah, tidak untuk panjang kali lebar karena nanti jadi ribet.. haha...




“dan mereka telah hadir dalam kehidupanku, seperti sebuah kejutan atau semacamnya, Tuhan begitu baiknya menghadirkan mereka, teman-teman yang tidak hanya memandang satu sisi, tapi mereka begitu jeli memandang dari berbagai sudut.”




Tidak suka hidup sendiri, itu seperti sebuah hukum alam yang mutlak. Mungkin bukan hanya perkataanku tapi juga mereka. Berbagai perbedaan atau persamaan bukan untuk dijadikan jarak. Kami mengenal bukan sekedar atas kesamaan. Bahkan atas dasar apapun, kami tidak bisa mempertanggungjawabkan. Dan simpulnya, kami ada untuk saling memberi warna. Terimakasih teman-teman keren yang cukup banyak terlibat, kalian akan senantiasa mengukir deretan nama dalam folder favorit.




Hadirnya seorang teman, sekelompok teman dan semacamnya tidak begitu dianggap penting. Terkadang, mereka ada bukan untuk dispesialkan, mereka hadir karena kesanggupan. Dan suatu saat, akan ada rasa kehilangan atau kekurangan dalam keseharian. Ketika mereka menentukan jalan hidup mereka yang mungkin arahnya berbeda.




Dalam segala hal, segala situasi, segala keadaan, segalanya yang sering kita jumpai mereka yang lebih banyak berperan. Mengerti keadaan, memahami, dan ikut merasakan. Sungguh, tidak banyak kata atau ucapan manis untuk mereka. Semua sudah menjadi “terbiasa” jadi tidak perlu melebih-lebihkan. Hanya dengan keikhlasan untuk kebersamaan, memberi penawaran dengan berbagai macam keadaan. Mereka akan selalu ada, bersama.




“karena pada hari itu kami memulai, kami mengenal, kami mempunyai rasa saling, dan ada kesamaan dalam tujuan hidup.kami belajar memberi arti, menterjemahkan setiap kata dalam visi masing-masing.”




Mereka adalah sahabat...



Yang tidak selalu memaksakan diri tapi level kepekaan tinggi. Menciptakan kenyamanan tanpa kesadaran. Sahabat terbaik, tidak adil menyebutnya demikian. Karena mereka semua baik, tanpa harus dikatakan atau diberi gelar. Saling mengingatkan, saling memotivasi, dan saling mengsisi dalam lembaran kosong harian. Itulah mereka, yang begitu uniknya mampu menjadi bagian dalam segala macam ceritaku.

Senin, 20 Juni 2016

LIFE



Bukan untuk dipaksakan dalam berbagai keadaan. Entah sampai kapan dunia akan tahu, bahwa semua hanya sebuah kepura-puraan yang tergambarkan untuk mendapat perhatian.

Hidup dalam kepura-puraan memang terdengar menyedihkan. Mendengar saja menyedihkan apalagi jika dirasakan. Baiklah, hidup tidak untuk berpura-pura tapi hidup adalah sebuah keberanian menghadapi kenyataan, menjadi diri sendiri, dan menentukan tujuan terbaik. Saat kata menjadi dewa dalam setiap rasa, maka banyak orang mengandalkan lidahnya untuk berkata manis entah apakah masih ada sinkronisasi dengan hatinya.

Beda lagi dengan istilah cinta, yang mana setiap kata yang terdengar akan selalu menjadi rekaman spesial yang bahkan tidak akan hilang oleh virus seganas apapun. Sebagian besar orang mengekspresikan rasa cinta dalam sebuah kata-kata, dalam sebuah puisi, atau mungkin lagu terindah yang bisa didengar. Namun, semua itu akan terdengar lebih sempurna jika ekspresi cinta melalui doa. Doa yang hanya bisa didengar oleh-Nya dan akan ada penyampaian terbaik dari-Nya.

Alangkah baiknya sebelum kita berusaha memahami orang lain, kita mampu memahami diri kita sendiri. Mengerti apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita dapatkan, dan apa yang akan membuat kita mampu untuk terus melangkah. Dan itulah saat dimana kita menjadi penentu tujuan hidup kita. Buruk memang ketika kita berusaha pahami orang lain dan kita gagal paham akan diri sendiri.


Ketika perjalanan panjang menjadi cerita sejarah,..

Sejarah apa yang akan ditinggalkan bermula dari cara pencapaian tujuan. Akan ada cara terbaik, cara yang hebat, cara yang dapat membuat semua orang  merekamnya tanpa penawaran. Itulah sejarah hidup terbaik yang dapat dituliskan. Si pembuat sejarah tidak pernah melalui jalan pintas, karena pemikirannya terkoordinasikan dengan baik, hingga pencapaian luar biasa mampu berdampak bagi sebagian dari mereka yang mengenangnya.


“Dan jika tiba saatnya nanti, otak tak lagi mampu meregulasi semua pemikiran hebat yang aku miliki, aku hanya akan berharap ada sedikit rekaman dalam memori mereka tentangku, atau sedikit usahaku yang selalu ingin berbagi kebaikan dengan mereka, orang-orang terdekatku”

Sabtu, 18 Juni 2016

a little


Okayy,,,come back... well... setelah sekian lama ndak ada kabar di blog, akhirnya pengen nulis lagii :D

Belum ada banyak hal yang bisa dituliskan namun, dengan apa adanya yang ada akan menjadi sebuah tulisa hanya bagaimana seorang penulis itu mengolah sebuah kata sederhana menjadi lebih banyak makna dan dapat diambil sebagai pembelajaran tersendiri bagi penulis, alangkah mulianya jika pembaca juga bisa memahami... wkwkwk (semogaa)
praktek pertama kali di RSUD Pandan Arang, Boyolali
Just a little story.. dari sebuah perjalanan panjang selama 3 tahun ini, sungguh luar biasa.. menjadi mahasiswa Bidan. Yapp,!! Terdengar keren begitu aku bisa menjadi salah satu dari mereka. Tapi andaikan bisa aku melihat apa yang akan terjadi mungkin aku akan berpikir dua kali menjadi bagian itu. Terdengar keren tapi horor juga dijalani. Bukan berarti menyesal justru bersyukur dan sangat terharuu... :’)
Pada akhirnya dapet juga gelar itu, hanya bagaimana aku memanfaatkan gelar itu dengan baik, bukan masalah gelar sebenarnya, tapi lebih ke arah bagaimana aku bisa menjadikan ilmu yang aku dapatkan menjadi luar biasa dari apa yang aku harapkan. Dengan perjuagan yang sangat menyenangkan, mengharukan, bahakan membahagiakan atau mungkin menyedihkan. Semua berkolaborasi menjadi satu. Karena perjuangan itu tidak akan dapat dirasakan jika hanya ada satu rasa. Makanya perlu adanya kolaborasi rasa.. (wkwkwk)
Mahasiswa bidan itu....
Minim lliburnya... benar memang, karena waktu libur adalah waktunya untuk mencari pengalaman-pengalaman di lahan yang luar biasa keren. Bahkan termasuk tanggal merah yang berderet di kalender bukan berarti itu adalah hari kebahagiaan untuk bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Karena dalam dunia yang aku alami, pelayanan kesehatan untuk kesejahteraan pasien adalah yang utama.
Adanya tuntutan dokumentasi dalam bentuk ASKEB. Inilah yang membuatku menjadi penulis handal. Dengan tinta biru dan kertas HVS bergaris tepi menjadi rutinitas selama praktek klinik kebidanan dimulai. Menyenangkan juga, menjadi tukang kepo segala riwayat pasien yang menjadi target ASKEB yang aku tulis. :D
Setelah Sidang Hasil dengan bahagia Maksimal
Setelah itu ada berbagai macam ujian dan embel-embelnya yang mengharuskan aku bisa lulus agar bisa segera menyelesaikan tugas akhir untuk menjadi bidan keren. Yap,,dari berbagai ujian yang terjadwal begitu padatnya, pasti bakal terlampui. Dalam hal ini cukup dua yang harus dipertehankan yaitu semangat yang tinggi dan jaga kesehatan maksimal. Untuk hasil akhirnya jangan terlalu diprioritaskan, yang penting usahanya. Karena tidak ada hasil yang menghianati usaha, right??

Dan pada puncaknya adalah sidang tugas akhir, yang membuat aku harus cemas dalam berharap. Wkwkwk... karena sebelum sidang aku harus menunggu datangnya pasien dengan kasus yang tertera dalam cover tugas akhirku. Dan atas ijin Tuhan yang Maha Kuasa, aku bisa denga segera bertemu degan pasien yang baik hati yang bersedia untuk dijadikan responden hingga ibu itu dipulangkan. (thanks a lot Ms.W.. )

Dan kini...perjalanan panjang yang menyenangkan itu telah terlampaui. Sekarang saatnya menapaki jalan baru, membuat jalan itu lebih halus dan melewati setiap lubang jalan dengan lebih hati-hati. Tentukan arah dengan tepat pada setiap perempatan atau pertigaan. Jangan tergesa-gesa karena hasil terbaik hanya akan didapat dengan prioritas keren dan kesiapan maksimal.


Jaman menjadi mahasiswa unyu-unyu

Well... a little story dari perjalananku, kalaupun harus dengan long story akan membuat tulisan ini menjadi sangat panjang dan mungkin membuat cerita menjadi berbagai sudut pandang. Karena dalam sebuah perjalanan panjang tidak mungkin hanya ada peran tunggal. Akan selalu ada peran dari mereka yang banyak terlibat. Dan mereka adalah orang-orang yang selalu menginspirasi setiap ceritaku yang tersirat maupun tersurat.. love you all,,, (special thanks for mom, dad, and sisters) ^,^