Bahagia itu banyak ragamnya... dan untuk kali ini bahagia
itu cukup dengan berpose unyu-unyu depan camera bersama dengan orang-orang yang
senantiasa dekat dengan kita, yang tahu segala baik buruk kita dan yang
mengenal kita dari keunikan terpendam kita.. wkwkwk
Baiklah, tidak untuk panjang kali lebar karena nanti jadi
ribet.. haha...
“dan mereka telah
hadir dalam kehidupanku, seperti sebuah kejutan atau semacamnya, Tuhan begitu
baiknya menghadirkan mereka, teman-teman yang tidak hanya memandang satu sisi,
tapi mereka begitu jeli memandang dari berbagai sudut.”
Tidak suka hidup sendiri, itu seperti sebuah hukum alam yang
mutlak. Mungkin bukan hanya perkataanku tapi juga mereka. Berbagai perbedaan
atau persamaan bukan untuk dijadikan jarak. Kami mengenal bukan sekedar atas
kesamaan. Bahkan atas dasar apapun, kami tidak bisa mempertanggungjawabkan. Dan
simpulnya, kami ada untuk saling memberi warna. Terimakasih teman-teman keren
yang cukup banyak terlibat, kalian akan senantiasa mengukir deretan nama dalam
folder favorit.
Hadirnya seorang teman, sekelompok teman dan semacamnya tidak
begitu dianggap penting. Terkadang, mereka ada bukan untuk dispesialkan, mereka
hadir karena kesanggupan. Dan suatu saat, akan ada rasa kehilangan atau kekurangan
dalam keseharian. Ketika mereka menentukan jalan hidup mereka yang mungkin
arahnya berbeda.
Dalam segala hal, segala situasi, segala keadaan, segalanya
yang sering kita jumpai mereka yang lebih banyak berperan. Mengerti keadaan,
memahami, dan ikut merasakan. Sungguh, tidak banyak kata atau ucapan manis
untuk mereka. Semua sudah menjadi “terbiasa” jadi tidak perlu melebih-lebihkan.
Hanya dengan keikhlasan untuk kebersamaan, memberi penawaran dengan berbagai
macam keadaan. Mereka akan selalu ada, bersama.
“karena pada hari itu
kami memulai, kami mengenal, kami mempunyai rasa saling, dan ada kesamaan dalam
tujuan hidup.kami belajar memberi arti, menterjemahkan setiap kata dalam visi
masing-masing.”
Mereka adalah sahabat...
Yang tidak selalu memaksakan diri tapi level kepekaan
tinggi. Menciptakan kenyamanan tanpa kesadaran. Sahabat terbaik, tidak adil
menyebutnya demikian. Karena mereka semua baik, tanpa harus dikatakan atau
diberi gelar. Saling mengingatkan, saling memotivasi, dan saling mengsisi dalam
lembaran kosong harian. Itulah mereka, yang begitu uniknya mampu menjadi bagian
dalam segala macam ceritaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar