Kapan lagi kalau bukan sekarang?? iyapp,!! Saatnya memulai
segala perencanaan dengan rapi. Tidak harus berhasil, yang penting do it
well,.. *ting ting...
Sejauh ini, belum banyak hal luar biasa yang bisa dilakukan
tapi banyakkk sekali rentetan rencana luar biasaaa... mungkin belum waktunya
atau keberanian hebatnya belum muncul... semoga segeraaa... aamiin(ngarep) :D
Mengubah mimpi menjadi rutinitas, bukan hal sulit tapi hal
yang rumit. Rutinitas yang tidak biasa dilakukan dengan terpaksa harus diadakan
akan membuat segala agenda terjadwal berantakan, dan butuh manajemen canggih..
yaa... seperti itulah. Bisa dibuat sederhana, namun tidak untuk disepelekan.
Rencanakanlah...
Semua berawal dari rencana, perencanaan yang matang dan
maksimal. Tersusun rapi, seperti barisan bebek mungkin, dan strategis, layaknya
membaca novel di bawah pohon beringin dengan semilir angin surga di pagi hari
dalam suasana yang sangat tenang dan damai. Masih dengan sisa embun pagi dan
sentuhan hangat matahari pagi yang tak pernah datang terlambat ataupun lebih
cepat. Baiklah...rencana yang rapi, rencana terbaik dan rencana realistis. Itu yang
menjadi hal utama dalam tindakan. Setelah itu..saatnya bekerja sama dengan otak
dan pemikiran hebat. Semua akan terkoordinir sesuai dengan pemrograman.
Berusahalah...
Well...usaha terbaik dari rencana hebat. Saatnya bertindak
bukan hanya berpikir atau berangan-angan. Ketika tepat sudah rencana yang ada
dalam pikiran, maka saatnya berusaha mendapat hasil yang keren. Usaha bukan
hanya dalam kata, tindakan, namun usaha yang diimbangi dengan hati yang ikhlas.
Inilah yang sering lupa, keikhlasan hati. Mungkin bukan menjadi prioritas
utama, namun ketika keikhlasan tidak pernah ada, maka usaha yang dilakukan akan
terkesan palsu. Karena kejujuran hati bukan untuk ditutupi atau dimanipulasi.
Berdoalah...
Ketika rencana dan usaha telah mencapai pada titik pemahaman,
maka saatnya berdoa. Berdoa pada Dia pemberi keputusan terbaik. Dia Yang Maha
Tahu, tahu akan segala kebutuhan kita, melebihi teman dekat atau bahkan orang
tua kita. Berdoa untuk meminta petunjuk, untuk meminta kemudahan dan untuk
keberhasilan. Dan tanpa permohonan itu, maka hati akan berkata “sombong”. Karena
sebenarnya, takdir dekat dengan mereka yang mau berusaha dan berdoa.
Jika saatnya nanti
takdir “mengiyakan” segala mimpi itu, maka aku akan tersenyum.. bersama mereka
yang memiliki harapan sama, entah aku pernah tahu sebelumnya atau bahkan tidak
sama sekali. Dan akan tetap menjadi rahasia dalam catatan. Be happy... ^,^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar