Rabu, 27 Desember 2017

ketika aku mengadu pada Tuhan



aku adalah gadis sederhana yang hoby mengenakan jam tangan.
Yang suka banyak cerita dan menyukai hal2 yang tidak disukai orang lain.

aku yang paham dengan hidupku sendiri dan tidak paham dengan hidup orang lain.
Aku yang punya pemikiran sendiri dan tidak peduli dengan pemikiran orang lain. 
Meskipun ada banyak hal yang menurut orang lain "aneh" dariku, ketahuilah bahwa aku sama seperti kalian, seorang gadis kecil ayah ibuku.

mereka adalah ayah yang keren dan ibu luar biasa
aku yang tak pernah bisa membenci mereka, yang tak pernah bisa mengabaikan nasihat mereka, dan tak pernah bisa jauh dari mereka.
bahkan,, aku tak mampu mengatakan betapa aku menyayangi mereka, merindukan mereka dan ingin selalu diperhatikan oleh mereka. 

mungkin ini efek aku yang terlalu manja waktu kecil, atoo mungkin juga efek aku yang ga pernah jauh dari ayah ibu. bahkan sampai saat ini aku masih menjadi anak kecil mereka, yang selalu merengek minta uang saku, dan merengek minta dibelikan sepatu baru, (parah ihh,, wkwk) 

ketahuilah.. percayalah.. sadarlahh...aku udah 22 tahun lebihh.. yang artinya untuk ukuran wanita pada umumnya sudah tidak lagi minta perhatian atau minta uang jajan. okee... kali ini sedang ku usahakan. (semoga berhasil restuuu) 

hingga pada suatu hari aku mengadu pada Tuhan, bukan karena aku pengen menjadi wanita dewasa tapi karena aku rindu perhatian ibuku. sepertinya ibuku mulai menyadari bahwa aku sudah dewasa.

aku yang tak berani mengatakan pada mereka bahwa aku masih butuh perhatian mereka, masih ingin bermanja dengan mereka dan akan selalu rindu bau keringat mereka. 

Adalah suatu kebenaran ketika peraduanku ku tujukan pada Tuhan, karena semuanya telah didengar.
Dan cerita bahagia menjadi tema. Masih selalu dengan mereka, ayah dan ibu tercinta.. :))))

Kamis, 14 Desember 2017

Also


mengingat seseorang bukan untuk tenggelam
karena pikiran kita perlu dikendalikan
ingatlah sewajarnya,
sebagaimana otak mampu merekam
semua memorinya
jangan dipaksakan lalu membuat overload
karena sistem eror akan sulit dipulihkan

disinii..kenangan hadir untuk belajar
dan impian hadir untuk dikejar
masa depan bukan hanya hari esok
tapi juga hari ini,
adalah bagian masa depan yg sedang kau lalui

berbaik hatilah kepada mereka
terutama yang kau kenali
mereka ada untuk menemanimu
melengkapi hidupmu
dari yang belum pernah ada
menjadi semakin nyata

tersenyumlah kepada mereka
terutama yang kau jumpai
mereka bukan pembeda,
mereka adalah pemberi warna
dari yang sederhana menjadi lebih sempurna..

Selasa, 12 Desember 2017

Reload


banyak cerita tertulis
banyak kisah terlukis
dalam setiap hal kecil
kita menjadi pelakunya
bukan kemauan maupun penolakan
kita yang tak kuasa menjadi penentu
tapi kita sama-sama tertawa
dan menyembunyikan rasa

di setiap jeda waktu,
semuanya tumbuh,
kecuali kau berlalu lalang
membuat semua hilang
terkikis oleh waktu,
memudar oleh keadaan,
pada sudut pengharapan,

namun ada kala senja bercengkerama
memanjakan hati menikmati sepi
ini bukan tentang kita
tapi tentang dia
yang kita cemaskan kehadirannya.

Rabu, 29 November 2017

bunga dan teh


Kamu yang terlihat bahagia
Pada dasarnya kamu yang pelupa
Bahwa kamu sedang berpura pura,
Menyembunyikan rasa duka

Bahagia itu kita yang menciptakan, memanipulasi, dan merencanakan.
Bersyukur itu, kita yang menentukan dan kita yang menikmati.
Kenyamanan itu, kita yang mampu merasakan.
Kamu lebih paham dengan drama kehidupan yang kamu mainkan.

Sore ini, bunga di samping rumah mulai mengering dan layu. Tidak lagi terlihat segar nan hijau. Pemandangan yang tidak biasanya terlihat. Kamu bergegas memperhatikan dan meletakkan secangkir teh panas pada sudut teras rumah. Sesaat kenangan masa kecil itu berkeliaran dalam pikiranmu. Kamu mulai merapikan lembar demi lembar kejadian.


“ketika aku kecil tak pernah sedikitpun aku perduli akan bunga-bunga di samping rumah yang sampai saat ini masih tumbuh disana. Aku hanya ingin bisa bermain dan makan es krim. Tapi, waktu membuatku melakukan banyak hal, aku mulai memperhatikan yang tidak biasanya terjadi. Aku mulai menyadari adanya bunga di samping rumah ketika ia tidak lagi tumbuh dan mulai layu.”

Kamu kembali dengan secangkir teh. Tanpa kamu sadari angin senja telah mendinginkan teh panasmu. Kamu tetap meminumnya dan pura-pura menikmatinya walaupun kamu tahu teh panas itu tidak lagi nyaman.

Dan dibalik kata “baik-baik saja” dari orang dewasa ada rasa tidak nyaman yang dia rasakan. Hanya saja dia merasa enggan untuk mengatakan dan pura-pura tidak mengingatnya.
Dibalik senyum bahagia orang dewasa ada kesedihan yang berusaha tidak ia nikmati.

Hidup itu selalu adil, namun orang dewasa suka berbuat curang.

Selasa, 05 September 2017

Terpanggil



sesaat melangkahkan kaki, 
memasuki sebuah bangunan besar...
bau khas aroma setiap ruangan
beberapa orang berlalu lalang,
mengenakan seragam putih kebanggaan..

seolah jiwa ini terpanggil
akan sebuah tanggungjawab
aku yang masih saja bernegosiasi
menginginkan hal yang lebih menarik di luar sana
tapi tetap saja, telinga ini tak mampu menjadi tuli

ketika rengekan seorang ibu menyebut nama-Nya
berjuang demi malaikat titipan-Nya
tangisan kecil yang menggugah rasa
menjadikan suasana haru bahagia
seolah panggilan itu nyata
dan aku mendengarnya..
tugas mulia yang luar biasa..
semoga mampu mengemban amanah-Nya

Senin, 21 Agustus 2017

PEKA(T)




Kebaikan itu bukan milik kita
Kebaikan itu milik sebuah hati
Yang tak pernah rela menghianati
Ada banyak hal baik di luar sana
Ada banyak orang baik untuk disapa
Tapi,,aku memilih untuk diam dan menantikan kedatangan
Tidak ada susunan nasehat, tidak juga mengakar petuah
Semua pesan sempurna tersampaikan
Karena aku yang memang telah paham
Meski hanya dengan sebuah senyuman
Nada bicaramu selalu saja sama, menjelaskan ala kadarnya
Terdengar sangat klasik, menebalkan prasangka baik
Dan aku si pembawa cerita
Membuat simpulan rasa, memilih warna, dan menghidupkan suasana

Karena tidak semua orang sepakat dengan kata hatinya. Adanya rasa takut menerima menjadikan mereka lari dan menutupi. Meski pada dasarnya ada potensi, menjadikan baik sebuah hati.

Kamis, 03 Agustus 2017

My B D



Ini tulisan harusnya nongol tanggal 6 juli, tapii…karena si akunya sibuk dengan yang lain, baru deh ketulis.


Kenapa 6 Juli? Yaa…karena memang aku dihadirkan didunia ini pas tanggal itu. Well,,,usiaku yang mejadi semakin tua, semakin banyak angkanya, semakin dekat masa depannya, semakin matang pemikirannya, dan semakin semakin semakin segala galanya. But, I wish semua yang semakin semakin itu dalam hal kebaikan. Aamiinn..

Mungkin aku sendiri bertanya-bertanya, kenapa harus aku bikin tulisan pas aku ulang tahun ke 22, kenapa bukan pas sweet seventeen, yang katanya 17 tahun itu manis, yang katanya penuh dengan perubahan, yang katanya sangat istimewa, yang katanya kita beralih dari remaja ke dewasa. Yapp,!! Oke setuju. Tapiii…buat aku bukan sweet-nya, namun cerita dibalik 22 ini. Wkwkwk (bilang aja 17 tahun belum aktif nulis *emot ketawa nangis*).

Percaya ato nggak percaya, aku baru dapet kue ulang tahun yang bener-bener itu pas umur 22 tahun. Dulu-dulu ga pernah dapet kue dalam bentuk apapun. Alasannya karenaa…temen-temen aku yang super baik lagi pada seneng liburan, biasannya bulan Juli itu pergantian tahun ajaran baru. Sehingga kita disibukkan dengan liburan kita masing-masing, yaaa….walupun tetep sihh…ada ucapan yang baik-baik, yang lucu-lucu, yang sangat klasik, wkwkwk… tapi thanks buat temen2ku yang selalu inget tanggal ulang tahunku.. hihihi. Dan makasih juga buat bapak ibuku yang suka peringatin dengan nasi kuning, nasi tumpeng, nasi putih, maupun nasi yang lainnya. Love you all…

Kali ini ada cerita lain dibalik 6 Juli 2017. Bersama teman-teman kos Griya Moerti dan temen-temen akrab aku jaman SMA. Yey,!!! Mereka sangat sangattt pengertian… makasihhh tak terhingga yaa kawaann…

Singkat ceritaaa,,,
aku awalnya udah janji main ama temen SMA ku itu dengan alasan karena kita lama ga meet up, terus kita rencanain deh tu main. Alhasil ketemu hari jadinya, yang awalnya berencana berangkat Senin soree…terus malamnya mau lihat bukit yang kebanyakan orang menamainya “bukit bintang”. Sudah aku imajinasikan betapa mengagumkannya, karena aku yang memang belum pernah kesana dan belum tau tempatnya, wkwk…

dan ketika sudah jam 16.00 soree…. Jreengg jreenggg…..

terkuncilah aku di kamar, karena ulah usil si temen temen kos, huwaaa…ampe teriak-teriak ga juga dibukain pintunyaa.. awale sih ga kepikiran bakalan dikerjain ama mereka.. tapi ga lama kemudian, dibukalah pintuuuu… daannnn…. SURPRISEEEEEE…… ada banyak lilin di atas roti, hihihihi
ga kebayang senengnyaaa…. kalian sungguh membuatku merasakan indahnya memiliki teman yang asik kayak kalian, yang perhatian, yang nyenengin, yang ngangenin, yang pinter ngunciin aku di kamar,,hikss..

akhirnyaaa….aku dapet kue ada hiasan lilinnya, tiup lilin yookk..horeeee…dapet kue cokelat, horeeee….. daann…aku gagal liat bukit bintang dan meet up ama temen SMA sore ini. Okee…masih banyak hari indah yang menantiku. Akhirnya aku berangkat pagi-pagi buta. Biar disana ga kemaleman mainnya. Aku ketemu temen SMA yang super nyenengin. Kita bagi-bagi cerita, kita sarapan bareng dan kita rencanain buat pergi ke tempat yang bagus. Dengan rapat kecil dan perdebatan yang tidak begitu sengit, kita tentukanlah tempat. Akhirnya terpilih tempat daerah IMOGIRI, JOGJAKARTA. Nahh,,itulah tempat yang akhirnya bisa membuat kita merasa senang menghabiskan waktu bersama.

Sampainya disana, seperti biasa,jalan sana sini, poto sana sini, gonta ganti pose, cari angel bagus, cari lighting yang bagus, fokus..fokus… duhh, gendutan yaa kitaa…jauhin kameranya jauhinn… nahh,,lumayann…yok poto lagi poto lagii…. Deketin dikit biar keliatan mukanya… *cekreek* bagus baguss…yokk bilang A bareng2… aaaaaaa…. Yaahh..kok pipiku tembem ih, ganti posisi deh, aku tak nyamping aja ben ndak embem.. yapp,,baguss…

Ya begitulah kelakuanku bareng temen-temen keceh, wkwk.. kita main ampe sore, eehh sampe malem malahan. Malem-malem jalan-jalan di malioboro, dan udah bisa dibayangkan betapa bagusnya kota jogja di malam hari.

Dan selalu ada cerita dengan kota Jogja, kota yang tidak pernah membuatku menetap disana tapi mampu membuatku untuk selalu berkunjung kesana. Ya, disanalah… bagian dari buku ceritaku setelah kota Surakarta, kota kecil penuh kehangatan.

Hingga akhirnyaaa….kita pulang jam 11 malem. Jalan-jalan yang cukup melelahkan, ada banyak cerita disana, ada banyak hal menyenangkan disana, hingga kita lupa akan kedua kaki yang terus berjalan dan menyusuri kota Jogja. Baiklahhh…yukk pulang ke kos dulu, udah melam, ga baik cewek-cewek main sampe malem. Sesampainya di kos, seperti biasa, masih adaaaaaa aja bahan pembicaraan untuk dicerikatan. Nananana ninininini…lalalala lilililiii…. Yaa hingga jam 2 malem.

Dan paginyaaa…dapet suprprise lagiii…yeyeyeyeeee…. Dapet jilabb unyuu…makasihh kawaaann…
Tibalah saatnya aku balik ke Surakarta. Yaa…disanalah aku memulai semuanya. Meskipun ada kota yang ingin selalu aku kunjungi namun akan selalu ada kota yang menetap dan berkesan di hati, sampai saat ini. Terima kasih kota Surakarta.

Sahabat terbaik adalah sahabat yang selalu mengingat kita, yang selalu menantikan pertemuan untuk kedua kalinya, ketiga kalinya, dan kesekian kalinya. Sahabat terbaik adalah mereka yang membuatmu mengatakan segala keburukanmu dan mendukung kelebihanmu. Merekah adalah orang yang tak pernah membuat jarak. Sahabat adalah…. Saudara terpilih.

Yapp,!! Begitulah kisah aku, a piece of story about my birthday. Okee angka 22 yang special.. makasihh banyaaakkk untuk semua pihak yang udah berperan banyak.. terkhusus kedua orang tua, yang tak pernah berhenti memberikan doa terbaiknya.

Minggu, 30 Juli 2017

T I M E



Perjalanan itu telah mencapai pada salah satu persinggahan. Bersama waktu yang tak pernah terburu buru.

Kita yang akan selalu mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Dari setiap perjuangan, dari setiap impian. Mencapai pada titik ini, membuatku sadar, betapa kesempatan luar biasa telah memberikan aku penawaran untuk tumbuh menjadi orang dewasa. Orang yang mampu berkata benar, mengatakan yang sebaiknya dikatakan dan melupakan yang tidak perlu ada dalam ingatan.

Pilihan yang menyulitkan adalah ketika  ada perasaan lain yang berusaha kita libatkan. Memberikan penawaran dengan dua pilihan yang sudah jelas tergambar alasannya. Pilihan itu adalah “YA” dan “TIDAK”. Membuat semua konsekuensi menjadi tanggung jawab kita. 

Waktu tidak pernah terburu-buru, namun manusia lebih sering memburu waktu. Banyak dari mereka bermusuhan dengan waktu, membuang-buang waktu, dan mengabaikan waktu. Percayalah, orang dewasa yang baik itu adalah ia yang mampu berjalan beriringan dengan waktunya, yang menghargai waktunya, yang selalu mengingat waktunya.

Jika memang waktu adalah teman, maka gunakanlah untuk hal yang menyenangkan. Walaupun kadang waktu memberikan penawaran, terimalah dengan kesiapan. Karena manusia akan bersedih pada waktunya dan akan bahagia pada saatnya.
Berbagi kebahagiaan.
Yookk, bagi-bagi kebahagian dengan mereka. Berbagi bahagia lho bukan menceritakan kebahagiaan. Karena berbagi itu indah, walaupun hanya dengan sebuah memo atau kalimat sederhana. Ketika kita menjadi Subjek, maka tempatkan mereka sebagai Objek bukan Keterangan. Libatkan mereka dalam alasan bukan sekedar figuran. Waktu adalah teman, waktu adalah orang tersayang dan waktu adalah keluarga.

Senin, 03 Juli 2017

Menua Bersama



Senja, akan selalu terlihat sama, indah dan menghangatkan. Senja, akan selalu terasa sama, sebentar dan dirindukan. Senja yang tak pernah berhenti untuk dinantikan.

Pemandangan paling romantis yang membuatku iri. Di sebuah taman, tidak banyak bunga warna warni, tidak ada bunga mawar, tidak juga bunga teratai yang menghiasi danau. Hanyalah sebuah taman kecil dengan rerumputan dan pepohonan yang rindang. Aku masih saja sendiri. Menikmati senja.

“dan selama 40 tahun aku hidup bersamanya, melihat senyumnya, menenangkan tangisnya, meredakan marahnya. Itulah usaha yang aku lakukan. Aku adalah laki-laki yang tak pernah rela melepaskan genggamannya. ”

Menua bersama, yapp,!! Setiap orang memimpikan itu, setiap orang menginginkan hal itu. Bukan sekedar ucapan saling cinta tanpa sebuah ikatan.

“Selama 40 tahun ini, aku yang selalu membangunkan tidurnya, memasak untuknya, menemani kesedihannya, mendampingi segala rutinitasnya, bahkan menyiapkan segala yang dibutuhkannya. Aku adalah wanita yang tak pernah rela menyakitinya.”

Mereka yang terlihat sangat romantis adalah mereka yang menua bersama, dengan penerimaan yang ikhlas, menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Mereka yang dipertemukan dalam sebuah ikatan, dalam perjanjian, untuk saling menerima, saling menjaga, saling membahagiakan.

Mereka yang romantis adalah mereka yang mampu membuat taman sederhana menjadi cerita bahagia, mereka yang mampu menghiasi senja dengan senyuman hangat, dan canda tawa luar biasa. Seperti melihat pelangi setelah datangnya rintik hujan. Semua terlihat warna warni, memberikan kesan tersendiri, yang pada hakikatnya mereka dalam satu warna, putih.

Jika saja esok masih ada hari, senja tak akan pernah lupa untuk datang lagi. Menjadi latar cerita, entah masih dalam taman sederhana atau mungkin di teras rumah dengan secangkir teh. Karena mereka tidak peduli latar cerita hari esok, peran mereka akan selalu sama menjadi tokoh utama.